Queensa

Queensa
Queensa "98"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Akhirnya Alana kembali melajukan motornya menuju rumahnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Queensa, hanya butuh sekitar sepuluh sampai lima belas menit bagi Alana untuk sampai di rumahnya.


Sebuah rumah besar yang terlihat begitu sepi, seolah tidak berpenghuni itu menjadi pemandangan yang sudah biasa bagi Alana.


Kedua orang tuanya memang tinggal di luar negeri, dan pulang beberapa kali dalam setahun atau jika mereka ada urusan dengan perusahaan mereka yang ada di Indonesia.


Saat Alana membuka pintu rumahnya, seorang wanita paruh baya tampak menghampiri dan menyambut kepulangannya.


"Den Lana kok baru pulang? Bibi dari tadi khawatir, biasanya den Lana kasih kabar ke bibi kalau pulang telat." Asisten rumah tangga, sekaligus pengasuh Alana sejak kecil itu tampak khawatir karena Alana pulang telat dan tidak memberikan kabar padanya.


Alana tersenyum manis, setidaknya inilah alasan dia masih lebih sering pulang ke rumah itu daripada tinggal di basecamp A four, bersama teman-temannya.


Setidaknya di rumah itu masih ada seseorang yang menunggu dan menantikan kepulangannya, meski bukan kedua orang tuanya yang melakukan hal itu.


Bahkan dia lebih dekat dengan pengasuhnya itu, daripada dengan kedua orang tuanya sendiri karena dia lebih sering bersama dengan sang pengasuh daripada bersama kedua orang tuanya sejak dia masih kecil.


Alana merangkul pundak bi Marni kemudian meminta maaf pada wanita paruh baya itu, "Maaf ya bi, tadi Lana lupa ngasih kabar ke bibi."


"Ya sudah, yang penting aden sudah pulang jadi bibi nggak khawatir lagi. Den Lana sudah makan malam belum? Mau bibi bikinin makanan?" tawarnya pada Alana.


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Alana dan Queensa, karena mereka mengalami banyak hal.


Mulai dari insiden nyaris tawuran di kelas tadi dengan Vino, lalu penyamaran Queen yang terbongkar didepan Selena, juga dengan persiapan acara kencan Varo yang membuat Alana merasa sangat lelah dan matanya juga sudah terasa berat.


Namun Alana kembali ingat dengan Varo, yang sudah dia tinggalkan begitu saja demi mengantarkan Queen pulang.


Setelah dering ke empat, panggilan itu pun terhubung dan terdengar suara ketus dari seberang sana.


"Lo sama si Micin tadi kemana sih Lan? Gue cariin juga, gue kan jadi harus jalanin semua sendirian. Untung aja semuanya sukses, kalau enggak udah gue gantung lo di pohon mangga pakai jemuran baju!"


Mendengar candaan Varo itu, Alana auto terkekeh geli. Tapi mendengar jika semua yang dia dan Queen persiapkan ternyata tidak sia-sia, dia pun ikut merasa senang mendengarnya.


"Jadi sekarang lo udah bukan anggota Joker lagi nih?" gurau Alana menggoda Varo.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...