Queensa

Queensa
Queensa "265"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dion menghela nafas pasrah, karena berdebat dengan Queen sama saja menggali lubang kuburan dan mengubur diri sendiri. Tidak akan pernah bisa menang, dan pilihannya hanya satu, yaitu mengalah.


Sebelum Mereka pergi ke mansion tempat ayah mereka berada, Queen dan Dion tentu saja tidak lupa untuk menjemput Putri, yang mereka ketahui masih berada di rumah Alana sampai saat ini, karena orang tua Putri belum bisa kembali dari luar negeri.


* *


Hari pun berganti.


Queen kini sudah berada di parkiran sekolahnya. Dia melepaskan helm di kepalanya, kemudian merapikan kembali penampilannya.


Untuk kalian yang berharap jika Queen akan datang dengan penampilan dan identitas aslinya, maka kalian sepertinya harus kecewa. Karena Queen masih tetap menggunakan identitas, Sasa.


Tiba-tiba saja sebuah seruan membuat Queen menolehkan kepalanya, "Heh, cupu!"


Melihat orang yang kini tengah berdiri menatapnya dengan senyum licik, tentu saja membuat Queen menghela nafas jengah.


Queen melirik ke kanan dan ke kiri, untuk melihat apalah ada orang lain di tempat itu, selain dirinya dan juga orang di hadapannya yang tidak lain adalah Rebecca.


Setelah memastikan jika hanya ada dia dan Biang Rusuh itu di sana, Queen pun berjalan beberapa langkah mendekati Rebecca.


"Ada apa? Apa pelajaran yang tempo hari gue kasih ke lo, masih belum cukup? Jangan pernah anggep remeh diemnya orang lain, karena lo nggak akan tau apa yang bisa gue lakuin kalau lo terus mancing gue."


Rebecca bukan hanya tidak takut padanya, tapi gadis pembuat onar itu bahkan tertawa dengan tawa yang terdengar begitu meremehkan Queensa.


"Ha ha ha Lo ngancem gue?" tanyanya sambil melangkah maju dengan telunjuk yang dia tusuk-tusukkan ke dada Queensa sambil berkata, "Seorang sugar baby kayak lo, nggak pantes buat ngancem gue."


Mendengar tuduhan Rebecca, tentu saja membuat Queen sangat kesal dibuatnya hingga rasanya dia sangat ingin menguncir mulut lemes gadis dihadapannya itu, lalu mengeringkannya agar tidak terlalu licin dan mulus dalam mengatakan kebohongan.


"Lo ngomong apa sih? Lo salah makan obat?"


Rebecca mengeluarkan ponselnya dan berkata, "Gue punya buktinya, jadi lo nggak akan bisa ngeles lagi kali ini!" Rebecca menggoyangkan ponselnya di depan wajah Queensa, "Harusnya lo nggak lupa siapa gue. Hal mudah buat gue dapetin balik bukti yang bakal bongkar kedok lo, sebagai seorang sugar baby!"


Queen menyambar ponsel di tangan Rebecca dengan cepat, karena dia sangay yakin jika apa yang Rebecca katakan memnag benar adanya. Bagi Rebecca, bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan rekaman CCTV, saat dirinya turun dari mobil Dion hari itu.


"Percuma juga lo hapus, karena gue punya salinannya."


"Sial!" Queen mengumpat dalam hati, mendengar apa yang Rebecca katakan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...