
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Ehem! Hey cupu, lo mau tukeran kelompok sama gue? Biar si Varo sama Selena aja, terus lo sama gue."
"No!" Bukan Queensa, melainkan Varo lah yang dengan tegas menolaknya, membuat Alana dan Queen menatapnya dengan tanda tanya besar di otak mereka. "Kalo kacung gue sama lo, terus siapa yang bakal gue suruh-suruh?"
Tangan Queensa terkepal erat dengan gigi-gigi yang sudah merapat, seolah ingin melahap Varo dalam sekali terkaman.
Namun hal itu justru membuat Alana tertawa dan tentunya membuat Queensa bingung, sambil mengalihkan perhatiannya pada Alana.
"Gue kira lo cemburu kalo si Sasa sama gue, ternyata cuma itu alesannya?" Alana terkekeh geli menatap Varo.
Varo berdecak kesal kemudian berkata, "Mata gue masih sehat, dan otak gue masih normal. So, nggak mungkin gue suka sama makhluk astral kayak gini, kalau itu terjadi berarti gue adalah makhluk paling sial seantero bumi."
"Kebetulan gue juga nggak minat buat punya cowok super ngeselin kayal lo! Bisa-bisa gue darah tinggi terus stroke muda!" Ingin rasanya Queen mengatakan hal itu dengan lantang pada Varo, namun lagi-lagi semuanya terhalang oleh penyamarannya.
Tanpa berkata apapun lagi, Queensa pun berdiri dan beranjak keluar dari kelas karena bel istirahat juga sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, tepatnya saat mereka tengah sibuk perang mulut.
"Woy, mau kemana lo?" seru Varo.
"Mau ke toilet, kamu nggak mungkin mau ikut kan?" Tanpa menunggu jawaban dari Varo, Queensa pun segera berlalu menuju toilet.
Varo pun segera beranjak dan ikut keluar dari dalam kelasnya, meninggalkan teman-temannya yang sudah mengira kemana Varo akan pergi.
Gudang, itulah tempat yang Varo tuju. Bukan tanpa alasan dia pergi ke tempat itu, tapi disanalah tempat yang aman untuk dia melakukan hal yang ingin dia lakukan.
Varo mengeluarkan bungkusan kotak yang pasti sudah pasti kalian ketahui apa isinya. Benar, rokok.
Varo biasanya tak akan merokok jika dia sedang dalam mood yang buruk, tapi karena masalah kemarin yang membuat moodnya memburuk, dia pun mulai menyalakan dan menyesap lintingan tembakau itu.
Kepulan asap mulai terlihat saat Varo menghembuskan asap rokok itu, dengan wajah yang terlihat sangat menikmatinya.
*
Di sisi lain...
"Sasa," Queen menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya, dan dia mendapati pak Edy yang melambaikan tangan memanggilnya.
Mau tak mau, Queensa pun mendekat untuk mengetahui tujuan pak Edy memanggilnya.
"Bapak mau minta tolong sama kamu, tolong ambil bola basket yang akan kita pakai nanti di gudang. Ini kuncinya," ujar pak Edy, guruh olahraga itu sambil menyodorkan kunci pada Queensa.
Queensa pun mengangguk dan dengan langkah malam berjalan menuju tempat di mana gudang berada, sesekali terdengar helaan nafas kesal dari Queen.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...