
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Alana pun akhirnya hanya menganggukkan kepalanya, karena jika dia mendebat Varo di saat ini, sudah bisa dipastikan aka ada debat yang lebih pelik daripada debat pilpres yang entah kapan baru akan selesai.
Mengalah dan membiarkan Varo dengan kesalahpahamannya yang semakin mendalam, adalah solusi terbaik menurut Alana untuk saat ini.
Dia bukannya berencana membuat teman-temannya terus salah paham dengan hubungannya dan Queensa, tapi untuk menjelaskan semuanya juga terlalu rumit.
Sementara Varo dan Alana terlibat dalam kultum dadakan itu, Adam dan Alvin hanya mendengarkan tanpa mengerti apa yang tengah kedua orang itu bicarakan.
Suara langkah kaki yang datang dari lantai atas, membuat keempat pria itu menoleh ke arah seorang gadis yang melangkah menuruni anak tangga.
Dia tampak menguap dan merenggangkan tubuhnya, tanpa merasa canggung. Mungkin dia belum menyadari jika mereka ada di sana, atau mungkin memang dia tak suka jaim alias jaga image.
"Lo udah bangun?"
"Menurut kamu, aku lagi tidur berjalan gitu? Udah jelas-jelas aku melek segede gini, mata juga udah empat masa iya aku masih tidur." Jawab Queen dengan sedikit jutek.
Sontak saja ketiga temannya itu sekuat tenaga menahan tawa mereka yang sudah hampir meledak, karena baru kali ini ada orang yang berani berbicara seperti itu pada Varo.
Terlebih lagi, dia adalah seorang wanita yang juga adalah kacung dari Varo sendiri.
"Lo!?"
"Apa? Kamu nggak inget, soal perjanjian kita? Btw, aku udah ada semua informasi yang kamu mau." Ujar Queen yang sontak saja membuat Varo menghela nafas kasar.
Dia kembali mengingat perjanjiannya dengan kacungnya itu, tentang memata-matai kekasih Alana.
Dalam hatinya, Queen tengah menertawakan ekspresi Varo yang tampak sangat kesal namun justru tak bisa berbuat apa-apa.
Benar-benar sebuah kesepakatan yang sangat menguntungkan bagi Queensa, dan tentu saja sangat merugikan bagi Varo.
Ketiga teman Varo pun menatap bingung pada Varo dan Queensa secara bergantian, mereka semua bingung dengan apa yang kedua manusia berbeda jenis kelamin itu bicarakan.
Mereka tidak tau perjanjian apa yang terjalin di antara dua manusia itu, dan mereka juga heran kenapa Varo bisa sangat menurut seperti itu.
Ini benar-benar pertaman kalinya bagi seorang Alvaro Graham, bisa di ancam oleh seseorang terlebih lagi seorang gadis cupu seperti Queen.
Hanya Alana yang tidak terlalu kaget, karena dia tau seperti apa sosok Queensa di balik topeng cupunya itu.
"Ini nih yang namanya the real dangerous geeky girl!" batin Alana.
"Ekhem! Ya udah buruan, katanya mau belajar?" ujar Varo untuk mengalihkan topik tentang dirinya itu.
Queen pun akhirnya duduk di sebelah Varo, untuk memulai sesi belajar mereka yang pertama. Benar, yang pertama, karena saat tugas kemarin benar-benar hanya Queensa sendiri yang mengerjakannya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...