
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Sontak saja jambret itu berdiri, meski mulutnya tampak mengeluarkan darah karena satu gigi depannya copot dan pergi meninggalkannya entah kemana.
Jambret itu pun meludahkan darah di mulutnya ke arah samping lalu memaki Dion dengan emosi, "Sialan!"
Sebuah tinjuan tanpa teknik pun melayang ke arah Dion, tapi bukannya mengelak Dion justru menahan tinjuan itu dengan telapak tangannya seolah tinjuan itu hambar alias tak berasa padanya.
"Cih! Kalo laper makan dulu bang, jangan kerja kalo lagi laper. nggak ada rasanya nih tinju, kayak sayur nggak di kasih garem, hambar!"
Dengan sekali tendangan pada perut jambret itu, dia pun langsung terjungkal ke belakang dengan keras dan membuatnya mengaduh kesakitan.
Bener orang langsung berkerumun kala melihat perkelahian itu dan menanyakan apa yang terjadi, hingga si korban pun mengatakan jika pria yang masih meringis kesakitan itu adalah seorang jambret gatot alias gagal total.
"Dia jambret pak, tolong bawa aja ke kantor polisi!" ujar gadis itu sambil menunjuk si jambret.
Si jambret pun segera digelandang ke kantor polisi oleh para people plus enam dua yang budiman itu, dan menyisakan si gadis bersama dengan Dion di sana.
"Lo nggak apa-apa kan?" tanyanya.
"Menurut lo?"
"Ehm... btw makasih udah nolongin gue. Kenalin, nama gue Selena," ujarnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya pada Dion.
Namun Dion tak lantas menerima uluran tangan itu, dia melirik sekilas gadis muda yang cantik itu dan kembali fokus pada ponselnya. Dia benar-benar mengabaikan gadis yang tidak lain adalah Selena hubert, teman Queensa itu.
Merasa tidak di anggap dan malu, Selena pun menarik kembali tangannya dan mengusap tengkuknya menghilangkan rasa canggung.
"Nggak, gue udah makan." Jawab Dion dengan spj alias singkat padat dan jelas.
Namun belum sempat Selena mengucapkan kata lainnya, Dion sudah lebih dulu memberhentikan taksi dan masuk ke dalamnya.
"Eh tunggu!" Terlambat, taksi yang Dion tumpangi sudah lebih dulu melesat dan meninggalkan Selena yang masih mematung di sana.
Meskipun sikap malaikat penolongnya itu terkesan dingin, kaku dan cuek padanya, namun Selena sudah terlanjur terpikat dengan pesona Dion.
Terlebih cara Dion mengatasi jambret itu, tanpa membuat tampang coolnya hilang yang benar-benar membuat Selena terpana.
Hingga sebuah suara mengejutkannya, "Non Lena."
Selena pun menolehkan kepalanya saat mendengar namanya di panggil, dan ternyata itu adalah sopirnya yang baru saja datang.
Tadi Selena pergi ke toko buku yang berada di samping cafe itu, dan meminta sopirnya untuk menjemputnya jika dia sudah selesai.
Siapa sangka akan ada kejadian pangeran berkuda putih yang menolongnya dari penjahat, saat dia tengah menunggu jemputannya.
Selena pun masuk ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan, senyum manis tak pernah luntur dari bibir Selena. Yang tentu saja membuat sang sopir kebingungan, dan sempat takut jika anak majikannya itu kerasukan.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...