Queensa

Queensa
Queensa "238"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Sedangkan Queensa kini tengah mencoba sebisa mungkin menetralisir rasa canggungnya, tapi sialnya sungguh dia tidak bisa melakukannya. Terlebih saat melihat Varo yang terus saja menatapnya, dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Micin. Gue mau nanya sama lo."


Mendengar Varo bertanya, Queen pun mengangkat kepalanya dan menatap Varo, menunggu hal apa yang ingin pria itu tanyakan padanya.


Varo menarik nafasnya dalam-dalam, sebelum dia menghembuskannya dengan perlahan, demi membuat jantungnya kembali berdetak dengan normal.


"Lo masih sedih?" Queen mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Varo, "Maksud gue, soal Alana sama cewek itu." Varo yang mengerti arti tatapan Queensa pun menjelaskan maksud dari pertanyaannya.


Queen menghela nafas kasar dan berkata, "Aku nggak mau bahas hal itu lagi, Al. Please..."


Varo menggelengkan kepalanya, "Nggak bisa, Micin. Gue butuh jawaban lo, sekarang. Apa lo bakal lupain Alana, atau lo masih mau berjuang buat dia?"


Melihat tatapan Varo yang begitu aneh, Queen menjadi bingung. Bingung memikirkan alasan Varo kekeh menanyakan hal itu, juga bingung dengan jawaban apa yang harus dia berikan pada Varo.


"Nggak. Aku aku bakal lepasin Alana, karena aku bukan pilihan, Al. Aku nggak mau jadi salah satu opsi buat Alana."


Mendengar jawaban dari Queensa, membuat Varo sangat senang. Dia bahkan refleks memeluk Queensa, dan membuat Queen kembali terkejut.


Terlebih saat ini, Varo tidak sedang bersedih seperti tadi, melainkan dia bahagia.


Karena terasa dari bagaimana cara Varo memeluknya dengan poseseif.


"Biasa aja kali, Sa. Gue kan cuma pengen peluk calon masa depan gue, lagian gue kan nggak tetanus juga." Varo menggerutu karena Queen bersikap seolah dirinya adalah hama atau wabah berbahaya yang harus dijauhi.


"Bukan gitu maksud aku, Al. Maksud aku itu..." Queen tak melanjutkan ucapannya, karena dia baru menyadari apa yang tadi Varo katakan, "Maksud kamu apa? Calon masa depan kamu?" tanya Queen dengan wajah bingung dan terkejut.


Namun Varo justru hanya menampilkan wajah yang biasa saja, tapi dengan kepala yang mengangguk.


"Yups, calon pembantu masa depan maksudnya." Varo pun tertawa terbahak-bahak, setelah mengatakan hal yang membuat wajah Queen langsung berubah muram seketika.


"Dasar kamu ya, Biang sial!" Queen menyambar guling yang berada di samping Varo dan memukul-mukulkannya pada Varo, membuat Varo menjerit dan berakting kesakitan.


"Aw! Aw! Aw! Sakit, Sa. Luka gue kayaknya kebuka lagi deh. Aw, sakit."


Mendengar bagaimana Varo menjerit kesakitan, dengan mimik wajah meringis yang terlihat benar-benar seperti orang yang menahan sakit, membuat Queen menjadi panik seketika dan menghentikan pukulannya.


"Maaf, aku nggak sengaja. Aku lupa, mana yang sakit?" tanya Queen dengan panik.


"Di sini, aw." Varo menunjuk ke arah dadanya, "Coba buka deh, kayaknya luka gue beneran kebuka lagi."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...