
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Bukan masalah jika dia harus membayar lebih, bahkan untuk membeli bakso sewarung-warungnya juga Alana masih mampu. Tapi empat gelas es jeruk? Apa itu artinya satu orang dua gelas?
"Astaga Queen, lo nggak salah nyebut tadi? Tadi lo pesen empat loh Queen, sedangkan kita cuma berdua."
Queen pun terkekeh mendengar keheranan Alana, namun dia hanya menanggapinya dengan singkat, padat, dan memberikan kesan yang misterius.
"Lo bakalan tau nanti, kenapa gue pesennya empat." Queen menaik turunkan alisnya dan menatap Alana penuh arti.
Setelah menunggu selama beberapa menit, pesanan mereka pun kini sudah siap dan sudah tersaji di atas meja. Ada dua mangkuk dan dua piring di hadapan mereka saat ini, dua mangkuk berisi kuah bakso, potongan tahu tanpa isi, dan juga mi.
Dan dua piring lainnya berisi dua buah bakso tumpeng merapi spesial lava, bakso dengan bentuk serupa dengan tumpeng atau gunung dengan siraman kuah sambal berwana menggoda yang mengalir dari puncak hingga ke kaki gunung bakso itu.
Dari tampilannya saja sudah begitu menggugah selera, namun dari baunya juga sudah tercium seberapa dahsyatnya tingkat kepedasan dari bakso tumpeng merapi spesial lava itu.
"Kayaknya sekarang gue udah mulai ngerti kenapa lo pesen es sampe empat gelas, harusnya sekalian aja kita pesennya satu teko." Alana menelan ludahnya kasar melihat makanan di hadapannya.
Bakso yang di siram sambal dengan isian sambal pula. Bahkan ini lebih pantas jika disebut dengan Sambal toping bakso, saking banyaknya sambal yang sampai menutupi si bakso itu sendiri.
Ini adalah menu paling memikat bagi para pecinta makanan pedas, dan makanan paling laknat bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan.
"Lan?" panggil Queen yang membuat Alana menoleh dan menjawabnya.
"Ap—" Saat Alana baru saja akan bertanya apa, Queen justru memasukkan sepotong kecil bakso yang sudah dia mandikan dengan kuah cabai itu ke dalam mulut Alana.
Alhasil Alana pun terkejut, namun akhirnya mengunyah bakso di mulutnya dan merasakan rasa terbakar di lidahnya karena saking pedasnya makanan itu, namun memang sebanding dengan rasanya yang begitu enak.
"Pedes, tapi enak." Alana langsung memotong bakso miliknya sendiri dan menyuapkannya tanpa ragu lagi.
Mereka berdua makan dengan begitu lahap, sambil sesekali menghembuskan nafas naga dari mulut mereka yang seolah terbakar hingga mengeluarkan asap jika dilihat dengan mata batin.
Mungkin juga saat ini telinga mereka sudah mengepulkan asap, karena saking panasnya tubuh mereka akibat makanan pedas itu. Dahi mereka juga sudah basah dengan keringat yang mengalir begitu derasnya tanpa bisa dicegah.
Empat gelas es jeruk pun menjadi pengobat rasa pedas mereka, padahal sebenarnya meminum es saat untuk menghilangkan rasa pedas adalah kesalahan besar, karena es justru akan menambah rasa pedas itu menjadi semakin gila.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...