
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Eh ternyata lo Sa? Masuk gih." Alvin yang kini sudah tau jika Sasa adalah gadis yang disukai oleh Varo, tak ingin banyak bertanya karena dia tau jika kedatangan Sasa ke basecamp mereka, pasti tidak lepas dari campur tangan Varo.
Queen pun melangkah masuk dan Alvin langsung menyuruhnya untuk naik ke atas, ke kamar Varo.
Dia mengetuk pintu kamar Varo, dan hanya butuh tiga kali ketukan pintu saja, sudah terdengar sahutan dari si empunya kamar yang menyuruhnya untuk langsung masuk saja.
Cklek!
"Pesanan anda, Paduka." Queen melangkah mendekati ranjang Varo dengan mengangkat rantang ditangannya.
Candaan Queen itu membuat Varo terkekeh sekaligus membuat Queen bingung melihat Varo yang biasanya sarat dengan wajah datar, atau paling mentok juga wajah marah dan menyebalkan itu, kini justru tertawa dan tersenyum.
"Kenapa nih orang aneh banget? Tapi... ganteng sih," batin Queen sambil menyiapkan makanan untuk Varo.
Setelah Queen menyiapkan makanan yang dia bawa untuk Varo, dia memberikannya pada pria itu tapi Varo justru tak mau menerimanya dan berkata, "Tanganku masih sakit, Suapin." Varo mengatakan hal itu dengan wajah tanpa ekspresinya yang justru terlihat tengil di mata Queen.
"What!?" Bukan mulut Queensa yang menyerukan kata itu, melainkan ekspresi wajahnya yang seolah baru saja melihat sesuatu yang di luar nalar itu.
Namun, meski Varo mengerti arti dari ekspresi dan tatapan Queensa padanya, dia sama sekali tak terlihat perduli dan masih cuek bebek.
Sehingga mau tak mau, Queen yang masih merasa berhutan budi pada pria itu pun menyuapinya makan dengan sesendok besar nasi dan lauk pauknya.
"Tadinya aku mau pake sekop pasir buat suapin kamu, tapi takut sekopnya kena penyakit menular. Penyakit nyebelin!" Jawab Queen dengab senyum kakunya pada Varo, yang entah kenapa justru terlihat menggemaskan di mata Varo yang tengah dilanda badai asmara.
"Astaga, manis banget," gumam Varo lirih sambil memandang lekat wajah Queen, yang ternyata masih bisa didengar oleh Queensa.
"Apa?" Queen bertanya pada Varo untuk memastikan ucapan pria itu tadi, "Tadi kamu ngomong apa?"
Varo pun gelagapan dan menjawab pertanyaan Queensa dengan jawaban randomnya, "Manis banget. M-maksud gue makanannya manis banget. Kemanisan, iya kemanisan!" Varo merutuki kebodohannya sendiri karena mengatakan alasan bodoh semacam itu, "Sial sial sial! Kok gue jadi bodoh banget sih?" batinnya.
"Oh."
Hanya itu kata yang keluar dari mulut Queensa sebagai tanggapannya atas kebodohan Varo yang dengan lancarnya meluncur keluar dari mulutnya itu.
Meski sebenarnya yang ia katakan dalam hati sangatlah berbeda dengan apa yang keluar dari mulutnya itu, "Sejak kapan rica-rica ayam super pedes buatan Mbok Ijah, jadi kemanisan? Tapi muka dia lucu juga kalau lagi salting gitu," batin Queensa sambil tertawa dalam hati, tapi tetap berusaha memasang wajah datar dihadapan Varo.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...