
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Lan, untuk saat ini gue minta tolong sama lo buat jagain adek gue. Kalau sampe ada apa-apa sama dia, abis lo di tangan gue!" Alana menelan ludahnya kasar, "Gue sama bang Dion harus pergi sekarang, karena kita nggak punya banyak waktu lagi."
Alana menganggukkan kepalanya, sedangkan Putri masih terdiam dan tenggelam dalam lamunannya. Bahkan dia sama sekali tak mendengar Queen dan Dion yang berpamitan padanya.
Pikirannya masih melayang jauh di angkasa.
Dia tidak percaya jika orang tua yang selama ini bersamanya, dan begitu baik padanya, ternyata bukanlah orang tua kandungnya.
Dan kini dia harus dipertemukan dengan keluarga kandungnya, disaat keluarga mereka sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Alana yang melihat raut wajah Putri pun, berusaha menenangkannya dengan membawa tubuh Putri kedalam pelukannya.
"Nggak usah terlalu dipikirin. Terlepas dari siapapun orang tua kandung kamu, tapi mereka sama-sama orang baik, Put. Dan mereka semua sangat menyayangimu, bahkan ayahmu rela menjadi seperti sekarang hanya demi bisa menemukan dan bertemu lagi denganmu."
Putri hanya diam dengan suara isak tangis yang terdengar jelas di telinga Alana, meski Putri sudah berusaha menahannya.
Alana melerai pelukan mereka, karena dia juga harus melakukan sesuatu untuk membantu Queen dan Dion.
"Tunggu sebentar, Putri. Aku keluar sebentar, kau istirahatlah."
Putri mengangguk dan membaringkan tubuhnya, menuruti ucapan Alana. Namun meski tubuhnya sudah berbaring, kedua matanya tetap tak mampu untuk terpejam, dan justru terus mengeluarkan cairan bening itu tanpa permisi.
Beberapa saat kemudian, Alana kembali ke dalam ruang rawat Putri. Namun dia tak kembali seorang diri, melainkan bersama seorang perawat.
Putri yang tadinya masih melamun dengan air mata yang berusaha mendobrak pertahanannya, kini segera mendongakkan wajahnya menatap langit-langit, untuk mencegah bulir bening itu meluruh.
"Put, kamu kenapa?" tanya Alana, yang melihat Putri tampak murung.
Putri hanya menggelengkan kepalanya, kemudian kembali menatap Alana dengan senyum manis yang merekah, menghiasi wajah cantiknya itu.
Alana pun memberi kode pada perawat itu untuk melepas infus di tangan Putri, membuat Putri kebingungan karenanya.
"Emang aku udah boleh pulang, Lan?" tanya Putri dengan binar bahagia yang tergambar jelas diwajahnya.
Dia berharap, selepas keluar dari rumah sakit ini, suasana hatinya akan menjadi lebih baik dari pada saat ini.
"Sebenernya belum boleh, tapi aku minta sama suster buat kamu di rawat di rumah aja. Nanti aku bakal sewa suster pribadi buat jaga kamu. Aku juga udah kasih tau orang tua kamu soal kondisi kamu, dan mereka minta aku buat jaga kamu sampe mereka balik."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...