Queensa

Queensa
Queensa "57"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Gue cuma mau bilang satu hal sama lo."


Dia berlari dengan tergesa-gesa menuju ke mansion dengan halaman yang luas itu, mansion dengan gaya barat yang terlihat elegan juga berbagai tempat spektakuler di sekelilingnya.


Ada sebuah lapangan olahraga di samping mansion itu, taman bunga dengan berbagai macam bunga indah yang bermekaran juga kolam ikan dengan segala macam jenis ikan di dalamnya.


Bell pintu pun dia tekan beberapa kali hingga pintu itu pun terbuka dan menampakkan sesosok pria tampan, namun dengan ekspresi wajah yang menyeramkan.


"Lo itu kesini ngesot atau ngerangkak, hah!? Lama banget, heran gue."


Queen menghela nafas jengah dan bergumam lirih, "Nggak ngesot nggak juga ngerangkak, tapi lompat-lompat!"


Varo yang tadinya sudah berjalan masuk lebih dulu pun kembali menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya ke belakang, hingga membuat Queensa yang tadinya berjalan dengan kepala menunduk itu auto menabrak dada bidang Varo.


"Aw!" serunya sambil mengusap-usap keningnya. Untung saja makeup yang dia pakai itu bukan merek yang kaleng-kaleng, yang akan meninggalkan bekas makeup.


"Lo itu bisa jalan nggak sih? Kalo nggak bisa jalan lo lompat-lompat aja, bukannya tadi lo kesini lompat-lompat?"


Queen ternganga tidak percaya dengan apa yang Varo katakan, tapi bagaimana bisa Varo mendengarnya padahal Queen sudah mengatakannya dengan volume paling kecil yang dia bisa.


Varo pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dengan Queen yang mengikutinya dari belakang.


Hingga mereka duduk berhadapan di sofa yang ada di ruang tamu itu, dan Queen yang tidak ingin bertanya apa alasan Varo memintanya untuk segera datang pun hanya bisa menunggu Varo yang membuka mulutnya lebih dulu.


"Mata-matain siapa sih? Kenapa nggak kamu sendiri aja yang mata-matain dia?"


Tanpa menjawab pertanyaan Queensa, Varo berdiri kemudian mengambil minuman dingin di dalam lemari es yang sengaja di letakkan di ruang tamu itu.


Setelah menaruh dua kaleng minuman dingin untuknya dan Queensa, Varo pun kembali duduk dan menjawab pertanyaan Queen dengan santainya.


"Karena gue punya babu, jadi buat apa gue punya babu kalo gue masih harus urus semuanya sendiri?" Varo membuka penutup kaleng itu dan menenggaknya.


Namun berbeda dengan Varo yang tampak tenang, Queensa justru sedang terbakar amarah saat ini karena lagi-lagi Varo menganggapnya sebagai babu.


Ingin sekali Queensa menyiram kepala Varo dengan minuman dingin itu, agar otaknya yang sepertinya terlalu over heat itu kembali dingin.


"Siapa yang mau kamu mata-matain?" Queen membuka kaleng minuman dingin itu dan menenggaknya, setidaknya untuk menenangkan hatinya yang terbakar amarah.


"Namanya Queensa Abraham, dia pacarnya Ala—"


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...