
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Varo pun mencebikkan bibirnya sembari menerima makanan dan minuman yang Queen sodorkan, karena dia memang masih lapar jadi dia akan menghabiskan makanan super pedas itu.
Tapi tentu saja, Varo tidak akan semudah itu melupakan kejahilan Queen padanya sehingga dia pun sudah mendapatkan ide jahil lainnya untuk balas mengerjai Queensa.
"Ekhem! Karena lo udah bikin gue jadi basah kuyup, lo harus tanggung jawab."
"Tanggung jawab? Emangnya kamu hamil?" canda Queen sambil memandang Varo dengan tatapan mengejeknya.
"Hamil? Lo kira gue betina. Ambilin gue baju sama selimut ganti, di lemari yang itu." Varo menunjuk kearah lemari besar yang ada di sudut kamarnya.
Meskipun sangat malas, tapi Queen tetap beranjak dan mengambilkan baju ganti seperti yang Varo perintahkan padanya karena luka-luka di tubuh Varo masih belum kering sepenuhnya, sehingga tidak baik jika bajunya yang basah mengenai lukanya.
Queen pun mengambil selimut yang ada di sana, kemudiam melemparkannya keatas ranjang Varo tanpa melihat dan membuat Varo menggelengkan kepalanya melihat tingkah Queen itu.
Tak berhenti sampai di situ, Queen kemudian mengambil baju, celana rumahan dan terkahir... "Astaga! Apa aku juga harus mengambil sendiri yang satu ini?" serunya sembari menutup mata saat melihat benda yang tak seharusnya dia lihat itu.
"Yang mana?" tanya Varo tak mengerti apa yang Queen maksud, karena posisi Queen membelakanginya sehingga dia tak melihat jelas benda apa yang Queen tunjuk hingga membuatnya menutup mata.
"Segitiga pengaman!" serunya dengan kesal, karena mengira Varo hanya sedang sengaja mengerjainya.
"Oh shitt!" umpat Queen dalam hati dengan geram.
Queen pun mengulurkan tangannya untuk meraih benda yang tidak lain adalah segitiga pengaman milik Varo itu, dengan satu tangan. Karena tangannya yang lain, masih setia menutup matanya agar tidak tercemar oleh pemandangan itu.
Setelah memegang benda itu dengan ujung jari jempol dan telunjuknya, Queen lagi-lagi melemparkan benda itu tanpa arah dan siapa sangka... benda itu justru jatuh ditempat yang tidak terduga.
"Ya ampun, Micin! Lo sengaja ya?" seru Varo dengan kesal, hingga membuat Queen refleks berbalik dan membuka matanya untuk melihat hal apa yang membuat Varo berteriak kesal padanya.
Namun saat dia berbalik, Queen pun tertawa terbanyak saat melihat jika ternyata segitiga pengaman yang baru saja dia lemparkan itu ternyata jatuh tepat di atas kepala Varo.
Tak ayal Varo mengumpat padanya karena memang lemparannya sudah meleset sangat jauh, dari tempat yang seharusnya.
"Sorry, aku nggak sengaja kan aku nggak liat." Queen memamerkan deretan gigi putihnya bersamaan dengan dia yang mengangkat dua jarinya sebagai tanda damai, "Lagian kamu jail sih, masa minta aku ambilin begituan. Makanya aku tutup mata biar mataku yang masih suci ini, nggak terkontaminasi."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...