
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Namanya Queensa Abraham, dia pacarnya Ala—"
Belum sempat Varo menyelesaikan ucapannya, semburan air dingin ala-ala mbah dukun yang sedang mengobati pasiennya pun terasa menyapa wajah tampannya itu.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Queensa Abraham, orang yang sama dengan yang ingin Varo mata-matai.
Bagaimana Queen tidak kaget setengah mati mendengar namanya lah yang di sebut oleh Varo, sebagai orang yang ingin dia mata-matai.
"Shitt! Lo gila ya, Micin!? Ngapain lo pake nyembur-nyembur muka gue, hah!? Gue nggak lagi kesurupan ege!" seru Varo dengan sangat marah, sambil meraih tisu diatas meja dan menyeka wajahnya.
"Maaf-maaf aku nggak sengaja, t-tadi aku keselek lalat, iya-iya keselek lalat."
"Cih! Nggak sekalian aja lo bilang keselek kodok?!" ketusnya sambil menatap Queensa seolah ingin menelannya bulat-bulat.
Queen hanya bisa kembali diam dsn menunggu penjelasan selanjutnya dari Varo, untuk apa yang harus dia lakukan dalam memata-matai dirinya sendiri.
Benar-benar konyol, bisa-bisanya Varo menyuruh Queensa untuk memata-matai dirinya sendiri. Tapi ya mau bagaimana lagi, Varo memang tidak tau jika dua orang itu adalah orang yang sama.
"Mulai besok lo harus siap kapanpun gue telfon lo, lo harus angkat dan dateng secepat mungkin!"
"Dih, nyuruh!" umpat Queensa yang tentu saja hanya dalam hati. Tapi setelahnya, ada ide bagus yang menghampiri otak cerdasnya itu, "Ekhem! Aku punya satu syarat, kalau aku bisa dapat informasi yang kamu mau soal si Queensa itu, kamu harus hapus statusku sebagai babu, bagaimana? Deal or no deal?"
Queen mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Varo dengan senyuman penuh arti.
Meskipun sempat kesal mendengar syarat yang Queensa minta, namun setelah Queen mengatakan jika dia sangat mengenal orang yang dia anggap sebagai pacar Alana itu, akhirnya Varo pun menyetujui syarat yang Queen katakan.
Bahkan dia juga bilang kalau dirinya bukan hanya mengenalnya, Queensa yang sedang dalam mode penyamaran itu juga mengatakan kalau dia dan Queensa adalah teman lama.
"So, serahin aja semuanya sama aku, kamu tinggal terima beres."
"No! Aku juga mau lihat sendiri siapa sebenarnya si Queensa itu, sampai dia berani menduakan Alana!"
Mata Queen membulat sempurna mendengarnya, karena ternyata alasan dari kegilaan Varo yang ingin memata-matai Queen hanyalah sebuah kesalahpahaman belaka.
Dan kini Queensa juga mengerti, kenapa saat di cafe tadi Varo menatapnya seperti menatap seorang musuh bebuyutan.
Ternyata benar saja, itu bukan karena dia yang sudah menabrak Varo dua kali melainkan karena mengira Queensa adalah pacar Alana dan bahkan menuduhnya berselingkuh.
"Tunggu! Si biang sial tadi nuduh gue selingkuh? Gue sama Alana juga bukan pacar, lagian siapa yang dia maksud selingkuhan gue?" pikir Queen yang baru menyadari hal itu.
Queen mencoba mengingat siapa orang yang Varo anggap sebagai selingkuhannya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...