
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Melihat tawa jahat sang kakak, membuat Queen langsung paham kemana arah pembicaraan Dion. Dan sekarang dia tau siapa dalang yang sudah membuat Magadir itu, bisa melewati gerbang depan rumahnya.
Padahal sejak kedatangannya terakhir kali, Queen sudah menghimbau pada para penjaga gerbang agar tidak mengizinkan Farrel masuk jika dia datang lagi lain kali.
"Ooh, dia cuma bilang kalau dia nggak bakal ganggu gue lagi." Dion pun mengerutkan dahinya melihat ketenangan sang adik dan juga jawaban yang terlontar dari mulutnya, "Soalnya... dia udah bosen main cewek, makanya dia mau belok alias main cowok. Dan target pertamanya itu, lo bang. Gimana? Berminat?" tanya Queen dengan seringai tipis di bibirnya.
Dion yang mendengar ucapan Queen pun auto mencebikkan bibirnya, dan justru membuat Queen tertawa melihat raut wajah kesalnya.
"Baru juga mau mulai bales lo yang udah sengaja deketin gue sama cewek kaleng rombeng itu, tapi lo nggak asik."
Queen pun terkekeh mendengar umpatan sang kakak, "Ya... meskipun dia sedikit cerewet dan berisik, tapi dia baik kok bang. Coba aja dulu, daripada lo terus-terusan nyari cewek dingin kayak kulkas tujuh pintu yang ujung-ujungnya lo patah hati."
Dion yang mendengar kata-kata yang sudah sering Queen ucapkan padanya itu pun, langsung menutupi kedua telinganya dengan tangan, memutar tubuhnya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Queen hanya bisa menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan abangnya yang kekanakan itu, namun dia juga tak bisa memaksa Dion untuk menyukai Selena jika memang kakaknya itu tak mau.
Karena itu jugalah dia sudah memberitahu Selena sebelum dia setuju untuk membantu proses perjuangan Selena, dalam mendapatkan hati kakaknya yang sedingin balok es itu.
Tadi dia memang sudah mandi, tapi keringat yang tadi mengalir deras saat dia dan Alana makan bakso membuat tubuhnya terasa kembali lengket dan butuh untuk disegarkan.
Queen kembali teringat dengan ekspresi Alana yang terlihat lucu dimatanya, saat pria tampan itu tengah mengipasi mulutnya dengan tangan karena kepedasan.
Tak dapat dia pungkiri, sosok Alana seolah seperti paket lengkap yang cocok dengan kriterianya.
Dia baik, perhatian, apa adanya dan juga sepertinya dia tulus padanya karena ketenaran dia sendiri sudah terkenal di sekolahnya, jika untuk materi dia juga termasuk kalangan berada.
Queen yang kini tengah berendam di dalam bathtub dengan aroma terapi pun menghela nafas panjang saat kembali teringat dengan pengakuan cinta Alana, yang dia balas dengan sebuah kebohongan.
"Apa gue harus coba buka hati buat Alana ya? Lagian dia kan nggak butuh gue buat jadi famous atau butuh harta gue, karena dia udah punya semuanya."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...