Queensa

Queensa
Queensa "62"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tak ada ekspresi marah atau tidak suka, bahkan dia terkesan tidak perduli dengan sinyal-sinyal perang yang terpancar antara kedua orang itu.


Gadis belia yang baru berusia lima belas tahun itu, bernama lengkap Renata Wilson. Dia bersekolah di SMA yang dulu juga menjadi tempat sekolah Queensa.


Meski begitu, dia dan Queen seperti dua orang yang saling tidak mengenal baik di sekolah, di rumah atau saat berpapasan di luar secara tidak sengaja.


Bukannya dia membiarkan Queen menghina ibunya, tapi lebih karena dia sangat mengenal ibunya dan apa yang Queensa katakan memang benar adanya.


Dia hanyalah korban dari keegoisan ibunya, yang berambisi menjadi orang kaya.


Sejatinya dia tak pernah menginginkan kehidupan seperti itu, yang dia inginkan hanyalah hidup damai dan bahagia bersama sang ibu, satu-satunya keluarga yang masih dia punya.


Tapi sayangnya, pemikiran sederhananya tak dapat diterima oleh sang ibu. Bagi Kirana, kekuasaan dan kekayaan adalah kebahagiaan yang sejati karena tanpa dua hal itu, mereka akan sengsara setidaknya begitulah pemikiran wanita paruh baya itu.


"Kapan ibu akan berubah?" batin Renata sembari menghela nafas panjang.


Setelah selesai dengan kegiatan makan paginya, Renata pun segera bergegas keluar dari rumahnya, tentu saja setelah dia berpamitan dengan sang ibu.


Renata berangkat ke sekolah dengan diantar oleh supir pribadi yang ayahnya siapkan khusus untuknya, meskipun sebenarnya dia lebih nyaman untuk menaiki angkutan umum seperti dulu.


Tapi dia adalah tipe yang cenderung pendiam, dan tidak banyak bicara. Meskipun pria itu sudah berstatus sebagai ayahnya, dia tak pernah mengobrol panjang lebar seperti selayaknya ayah dan anak.


Jika Mario bertanya, dia akan menjawab dan jika tidak maka dia akan lebih memilih untuk tetap diam.


Apalagi sejak awal pertemuan mereka, Queen sudah dengan sangat jelas memperlihatkan rasa tidak sukanya pada dia dan sang ibu.


Jadi Renata lebih memilih diam dan membiarkan Queen dengan segala pemikiran buruk tentang dirinya, meskipun semua itu tak ada satupun yang benar.


*


Di sisi lain, Dion kini berada di dalam mobilnya bersama teman-temannya yang lain.


Karena dia sedang malas menyetir, akhirnya dia lebih memilih untuk duduk di kursi sebelah pengemudi sambil menyibukkan diri dengan ponselnya.


"Woy, fokus banget bos! Liatin apa sih?"


Kedua temannya yang duduk di bangku belakang pun, kepo dan ikut-ikutan melihat apa yang tertampil di layar ponsel Dion.


"Astaga... hp lo isinya gituan anjir! Ha ha ha." Kedua teman durjananya itu pun tertawa terpingkal-pingkal, setelah melihat sesuatu yang menurut mereka sangat layak untuk ditertawakan.


"Sialan kalian! Kepo banget sih, duo racun." Dion menoyor kepala temannya itu dengan kesal.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...