Queensa

Queensa
Queensa "104"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Bahkan hingga jam menunjukkan waktu tepat tengah malam, Queen masih belum bisa tidur lagi. Dia masih sedikit takut kalau-kalau nanti mimpi itu datang lagi, dan ketakutan itu membuatnya begadang sampai pagi.


Queen yang kelelahan dan juga mengantuk, baru tidur saat ayam jantan berkokok dini hari tadi.


Alhasil saat seharusnya dia bangun, kini dia justru masih terlelap dalam tidurnya dengan lingkaran hitam di kedua matanya yang membuatnya terlihat seperti mata panda.


Bahkan saat pintu kamarnya dibuka pun, Queen sampai tak menyadari hal itu karena memang dia terlalu lelah dan sedang asik menyelami mimpinya.


"Lah, kok masih molor sih nih bocah? Emang nggak sekolah?" gumam Dion sambil duduk di tepian ranjang Queensa, "Dek, bangun. Lo nggak sekolah?" tanyanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh adiknya itu, untuk membuatnya terjaga.


Namun tak ada reaksi sama sekali, kecuali gumaman malas dari Queensa. Hingga membuat Dion mencubit hidung adiknya itu, dan membuat kedua mata Queen terbuka kesal karena tao.bisa bernafas.


"Apaan sih bang?! Ngantuk tau...! Udah gih pergi, gue mau ijin aja sekolahnya hari ini." Setelah mengatakan hal itu, Queen pun kembali terlelap dal tidurnya.


Dion yang mendengar kekesalan sang adik pun, akhirnya memilih untuk meninggalkan adiknya dan membiarkan gadis cantik itu kembali tertidur pulas.


Dia sendiri hanya turun ke lantai bawah untuk meminta dibawakan sarapan ke kamarnya,dia tak akan makam di meja makan jika tidak ada Queen di sana.


"Kenapa tidak makan di sini saja, Dion? Kamu mau ikut-ikutan adik kamu jadi pembangkang?" tanya sang ayah yang baru semalam pulang dari perjalanan bisnisnya.


Setelah mengatakan hal itu, Dion pun kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan tiga orang yang masih berada meja makan dengan perasaan dan pikiran mereka masing-masing.


Sang ayah pastinya tidak suka mendengar ucapan Dion, namun si ibu tiri justru sangat menyukai hal itu.


Semakin ayah dan kedua anak-anaknya itu tidak akur, maka akan semakin muluslah rencananya untuk membuat sang suami lebih berpihak pada anaknya daripada anak kandungnya sendiri.


Sedangkan yang diperjuangkan masa depannya oleh sang ibu itu, justru tampak tidak perduli sedikitpun. Dia tak menginginkan harta ayah tirinya, bahkan sepeserpun. Sangat berbanding terbalik dengan sang ibu.


Dia lebih memilih menikmati makanannya, dan segera berangkat ke sekolah daripada harus mengurusi sesuatu yang menurutnya bukanlah hal yang penting.


Dan tentu saja hal itu membuat sang ibu geram, bukannya ikut membantu dan memuluskan rencana ibunya dengan bersikap manis di hadapan sang ayah, anak gadisnya itu justru hanya cuek bebek dan tidak melakukan apapun.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...