Queensa

Queensa
Queensa "167"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Astaga... gue ternyata terlalu negatif thinking sama Queen, tapi tadi Varo juga pasti mikir gitu kan? Gimana ya reaksinya dia kalau tau ternyata yang bikin Queen kesel bukan karena nggak bisa jagain dia, tapi karena nggak rela ninggalin baksonya."


Alana memikirkan dan membayangkan bagaimana reaksi Varo, jika tau kalau pemikirannya tadi hanyalah karena tingkat kepercayaan dirinya yang sudah berada di atas ambang batas wajar, alias PD akut.


Membayangkan seberapa kesalnya Varo membuat Alana tersenyum dalam lamunannya, dan itu membuat Queen bingung sekaligus takut.


"Eh ni bocah kenapa dah? Jangan bilang kesambet setan kredit, kalo urusan ama yang idup mah gue nggak takut tapi kalo udah dedemit angkat tangan deh gue."


Queen bergidik ngeri sendiri, karena Alana masih saja tertawa, terkekeh dan tersenyum sambil melamun.


Meskipun dia di ajari bela diri dan dia juga sudah sangat mahir, tapi apalah arti bela diri tinju jika di bandingkan dengan para dedemit yang bisa membuat orang ngibrit hanya dengan kemunculannya.


Tentu saja Queen juga tidak berani jika harus menghadapi hantu, makhluk astral, atau sejenisnya secara langsung.


Queen pun memberanikan diri untuk menepuk bahu Alana, namun dalam hati dia bertekad jika Alana benar-benar kerasukan maka dia akan langsung menggunakan jurus pamungkasnya tanpa pikir panjang. Jurus apalagi kalau bukan, jurus langkah seribu alias ngibrit.


"Lan!" Queen mundur agak menjauh dari Alana, dan menepuk pundaknya dengan keras.


Dan untungnya tepukan itu menyadarkan Alana dari lamunan gilanya, membuatnya menatap Queen dengan bingung.


"Lo ngapain jauh-jauh gitu? Gue kan bukan kuman atau tukang tagih hutang yang harus lo hindarin, ngapain juga pake gitu-gitu?"


"Ya abisnya lo ketawa-tawa sendiri kayak orang kerasukan, ya gue takut lah. Kalo manusia mah mau segede the rock juga gue libas, tapi kalo sejenis poci, kunti, dan kawan-kawannya gue mundur alon-alon." Queen terkekeh melihat Alana yang mencebikkan bibirnya kesal, karena Queen yang mengurangi dirinya kerasukan.


"Udah yok balik."


"Eh eh eh, main balik-balik aja. Lo kan udah janji buat nurutin satu syarat dari gue, dan syaratnya lo harus traktir gue makan bakso sepuasnya!" ujar Queen dengan penuh penekanan, karena perutnya memang sudah meronta minta di isi sedari tadi.


Terlebih setelah berlarian ke rumah sakit, berdebat dengan Varo dan Alana semua itu membutuhkan tenaga. Jadi kini sudah saatnya bagi Queen untuk mengisi penuh dayanya dengan makan bakso sepuasnya.


"Jadi syarat yang tadi lo minta cuma nraktir lo bakso? Hayyuklah kalo gitu, mau sampe mabok bakso juga gue jabanin!" seru Alana tanpa ragu, yang seketika membuat Queen mengacungkan dua jempol kearahnya," Asalkan lo nggak deket-deket sama Varo, apapun bakal gue lakuin," ucap Alana dalam hati.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...