
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Lo pada beneran mau ikut? Bukannya lo pada nggak suka nonton balapan kayak gitu ya? Mendingan kalian main PS aja di markas, nggak usah ikut ke sirkuit yang ada malah ngajak pulang karena bosen."
"Enak aja lo!" Adam dan Alvin mendelik kesal kearah Alana.
Meskipun memang benar jika mereka tidak menyukai balapan semacam itu sebelumnya, tapi apa salahnya jika mereka berdua ingin mencoba hal baru? Lagipula jari-jari mereka sudah keriting, karena terlalu sering bermain PS.
Sedangkan Varo memang ingin ikut, tapi bukan karena ingin menonton pertandingannya. Namun lebih karena ingin mengawasi Sasa, yang dia duga akan pergi bersama pria yang tadi mengantarnya ke sekolah.
Entahlah, tapi yang jelas dia tidak suka melihat hal itu.
Akhirnya Queensa pun pasrah saja, urusan bagaimana nantinya dia bertukar menjadi Queensa akan dia pikirkan nanti saja.
Yang terpenting dia harus sampai di sirkuti lebih dulu, karena jika tidak Lea pasti akan memarahinya hingga kupingnya berdengung.
Dan nantinya dia juga bisa mengandalkan Lea, untuk membantunya terbebas dari cecunguk-cecunguk itu dan mengikuti pertandingan.
Namun satu hal yang Varo lupakan, dia lagi-lagi melupakan pacarnya yang masih merajuk bahkan sampai saat ini.
Mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing, saat guru yang akan mengajar sudah tiba di dalam kelas.
*
Bel tanda jam istirahat tiba pun berdering. Para siswa berbondong-bondong keluar dari kelas, menuju ke kantin atau tempat makan yang ada di dekat sekolah mereka.
Perut yang sudah meronta dan mengamuk minta diisi, haru segera mereka bungkam dengan makanan dan minuman mengenyangkan.
"Gimana caranya nanti lo ganti jadi Queen, kalo ada tiga cecunguk itu?" tanya Selena.
Queen hanya mengangkat bahunya, sebagai pertanda dia belum memiliki ide rinci yang bisa dia gunakan nanti malam.
Tapi dia percaya, jika Lea sang pencetus ide-ide brilian di saat kritis pasti akan menemukan caranya. Jadi dia tak perlu repot-repot memikirkan caranya, dia hanya perlu mengabari Lea dan memintanya mencari solusi.
Beberapa menit kemudian, makanan yang mereka pesan pun datang. Keduanya segera menghentikan perbincangan mereka, dan beralih untuk menghajar habis isi piring mereka.
Sedangkan empat sekawan, kini berada di tempat favorit mereka yang juga merupakan salah satu basecamp mereka saat di sekolah.
Mereka berada di rooftop. Setelah menyuruh salah seorang siswa untuk membelikan mereka makanan dan minuman, merekapun menunggu pesanan mereka di antarkan ke rooftop.
Namun tiba-tiba saja, Varo dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
"Varo."
Varo yang merasa namanya disebut pun segera menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara, dan dia pun terkejut mendapati Mila sudah berdiri di sana dengan wajah yang ditekuk.
Alana, Alvin dan Adam pun saling pandang satu sama lain dalam kebingungan. Mereka dibuat penasaran dan bertanya-tanya, siapakah gadis yang datang tiba-tiba itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...