
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Kita mau kemana sih?" tanya Queen pada Alana yang kini tengah fokus pada jalanan di depan mereka.
"Rahasia."
Queen mendengus karena Alana tidak memberitahunya, kemana dia akan membawanya pergi.
Karena jujur saja, Queensa sangat ingin segera pulang ke rumahnya saat ini.
Badannya sudah terasa sangat pegal dan lelah, terlebih emosinya yang kini masih sangat tidak stabil karena seorang Alvaro Graham.
Yang sangat ingin segera dia lakukan saat ini, hanyalah beristirahat. Seolah kasur king sizenya yang begitu menggoda itu, kini sedang melambai manja kearahnya dan meminta Queen untuk segera berbaring di atasnya.
Mengajak Queen untuk menyelami alam mimpi indah, yang akan mengurai segala resah dan gelisah di hatinya yang tengah gundah.
*
"Keren banget..."
Alana tersenyum melihat Queensa yang sepertinya sudah melupakan rasa kesalnya, setelah dia membawa gadis itu tempat favoritnya.
Tapi ponsel Alana tiba-tiba bergetar, menandakan adanya pesan masuk. Alana membaca pesan itu dengan dahi yang berkerut, kemudian mengetikkan pesan balasan dan kembali memasukkan ponsel itu ke sakunya.
"Siapa? Kenapa kayaknya lo kesel banget? Ada masalah?" tanya Queen saat melihat perubahan pada raut wajah Alana, setelah membaca pesan singkat di ponselnya itu.
Namun Alana hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Queensa, dan Queen juga tak mau memaksa Alana untuk memberitahunya jika memang dia tidak mau.
Mereka pun menikmati pemandangan sore menjelang malam, di tepian danau yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Alana.
Tempat itu memang menjadi tempat favorit Alana, di saat suasana hatinya sedang buruk. Karena selain tempatnya yang tenang, pemandangan yang menyejukkan mata di tempat itu selalu bisa membuat suasana hatinya membaik.
Alana tiba-tiba saja berdiri dsn berteriak dengan keras, ke arah danau itu, "Aaaaaaaah!"
Queen pun terkejut dan heran di saat yang bersamaan, ketika melihat apa yang Alana lakukan.
"Lo ngapain coba?" tanya Queensa sambil menengok ke kanan-kiri karena takut mereka menjadi pusat perhatian, dengan apa yang Alana lakukan.
Tapi sepertinya itu hanya sebuah kekhawatiran yang berlebihan saja, karena pengunjung lain yang kebanyakan adalah pasangan muda-mudi yang tengah memadu kasih itu, sepertinya sama sekali tak merasa terganggu dengan apa yang Alana lakukan.
"Gue itu lagi buang rasa kesel gue jauh-jauh, bareng sama suara teriakan gue yang tadi. Teriakan gue udah hilang, begitu juga dengan rasa kesel di hati gue. Cobain aja, dan lo pasti bakal ngerasa lega."
Queen mengerutkan dahinya mendengar penuturan Alana yang menurutnya sangat aneh itu. Bagaimana mungkin dengan berteriak seperti orang gila begitu, bisa membuat semua rasa kesalnya menguar begitu saja.
Namun dengan sedikit paksaan dari Alana, akhirnya Queen pun mau mencoba untuk melakukan hal aneh itu. Queen berdiri kemudian berteriak dengan sangat keras.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...