
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaš¤š...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Woy, lu pada telfon kek tuh si Varo. Bisa-bisa jambang gue sampe tumbuh jadi hutan, kalo kelamaan nunggu gini!" ketus Selena yang sudah tidak sabar untuk pergi ke sirkuit, plus tidak sabar untuk segera bertemu Dion sang pangeran berkuda putih.
"Yaelah galak amat lo. Gak sekalian aja lo bilang tuh bulu idung lo yang numbuh sampe bisa di kepang?!" ketus balik Adam, namun dia tetap mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Varo.
Belum sempat telepon itu tersambung, biang kerok yang membuat mereka menunggu lama justru tengah berjalan ke arah mereka.
Namun dia tidak sendiri, melainkan bersama seorang gadis yang tampak tengah bergelayut manja di lengannya dengan senyum yang merekah.
Adam pun kembali memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku, sambil memandang pasangan yang tampak bahagia itu. Atau lebih tepatnya, si gadis yang tampak bahagia namun Varo justru tampak biasa saja alias datar.
"Gue nggak jadi ikut, guys. Gue mau jalan sama cewek gue." Sesampainya di depan teman-temannya, Varo langsung mengatakan hal itu tanpa rasa bersalah sama sekali.
Padahal dia sudah membuat kelima orang itu menunggunya cukup lama, bahkan Selena sudah sangat kesal dibuatnya.
"Dasar Biang Sial kampret! Lo udah bikin kita semua nunggu, tapi ujung-ujungnya lo bilang nggak jadi ikut!? Sumpah pengen banget gue garuk itu mulut lo!" umpat kesal Queensa, yang tentu saja hanya dalam hati.
Semua orang hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan Varo. Mereka sebisa mungkin menahan kekesalan mereka, karena sudah dibuat menunggu oleh Varo hanya untuk sesuatu yang tidak valid.
Selena yang sudah kesal, kini bertambah semakin kesal karena sikap Varo yang seenak jidat itu.
"Ya udah yok, cabut. Ngapain juga jadi obat nyamuk buat pasangan bucin!" saking kesalnya, Selena langsung mengajak teman-temannya untuk segera pergi.
Queen pun Lang merogoh sakunya dan mengambil ponsel itu, karena sepertinya dia sudah tau siapa yang tengah menghubunginya.
Varo sempat melirik ke arah benda pipih di tangan Queensa, yang kebetulan berada tepat di sampingnya.
Nama yang tertera di layar ponsel Queensa, membuat Varo menautkan alisnya dengan perasaan aneh yang tak bisa dia jelaskan.
Kontak bertuliskan "ā¤Beruang kutubā¤" itu membuat Varo sangat penasaran, siapa sebenarnya pemilik nomor kontak itu.
Hingga dugaannya jatuh pada pria yang tadi pagi mengantarkan Queen ke sekolah. Entah kenapa hal itu membuat Varo tidak suka, hatinya terasa panas melihat kontak dengan panggilan kesayangan yang di tambah dengan emoticon love itu.
Ingin rasanya Varo menyambar ponsel Queensa dan menghapus nomor kontak itu dari sana, jika perlu dia akan memblokir nomor itu beserta pemiliknya jika saja bisa.
"Siapa? Pangeran berkuda putih ya?" tanya Selena dengan wajah berbinar, dan di jawab anggukan oleh Queensa.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.š...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.š¤£...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.š...