
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Kenapa pacar gue jadi banyak? Kemaren si Varo ngira bang Dion pacar gue, hari ini Farrel sama Alana ngaku-ngaku jadi pacar gue. Kenapa gue jadi ngerasa kaya playgirl ya?" batin Queensa terkekeh dalam hati.
Sedangkan di meja lain, tepatnya di meja Varo dan teman-temannya itu kini terjadi perundingan dadakan.
"Lo tadi denger apa yang si Alana bilang kan? Cewek itu beneran pacarnya Alana, atau gue yang salah dengar?"
Varo dan Adam pun menggelengkan kepalanya sebagai Jawa dari pertanyaan Alvin. Bukan Alvin yang salah dengar, tapi memang benar itulah yang tadi Alana katakan.
Tapi mereka bingung sejak kapan Alana sudah memiliki pacar, padahal setau mereka Alana belum bisa move on dari sang mantan.
Terlebih mereka juga tidak pernah melihat Alana dekat dengan gadis manapun, termasuk gadis yang kini tengah di rangkul pinggangnya oleh Alana itu.
"Lo kenal siapa ceweknya si Alana?" tanya Adam pada kedua temannya.
"Gue nggak kenal, tapi kok kayaknya agak familiar ya? Kayak pernah liat di sosmed kalau nggak salah." Alvin juga tidak begitu yakin dengan apa yang dia pikirkan tentang siapa itu Queensa.
Akhirnya mau tidak mau, Farrel pun melangkah pergi dari tempat itu, daripada dia harus menanggung rasa malu yang lebih besar lagi jika terus memaksa untuk tetap berada di sana.
Setelah Farrel tidak lagi terlihat dari pandangan mata mereka, Alana pun melepaskan pegangannya pada pinggang Queensa dan beralih menggenggam tangannya.
"Ikut gue." Alana menarik tangan Queensa menuju meja, dimana Varo, Adam dan Alvin berada.
Padahal dia sangat ingin menjauh sejauh-jauhnya dari makhluk menyebalkan bernama Alvaro Graham itu, tapi lagi-lagi Queensa hanya bisa pasrah saja setelah Alana membantunya tadi.
Meskipun sebenarnya tanpa bantuan Alana pun, Queensa sudah pasti bisa mengatasi Farrel itu. Jika tidak bisa menggunakan mulut, maka Queen akan menggunakan tinjunya untuk berbicara dengan Magadir yang menjijikkan itu.
Alana menarik kursi di sebelahnya dan meminta Queen untuk duduk, dan saat melihat wajah Queensa dari dekat, Varo pun mulai mengingat Queensa.
Gadis yang sudah dua kali menabraknya. Pertama mereka bertabrakan saat tengah mengendarai sepeda motor, dan yang kedua adalah saat di mall itu.
"Tunggu! Dia kan cewek yang hari itu di mall sama pacarnya?Terus kalo yang waktu itu pacarnya nih cewek, dia anggap apa si Alana?" batin Varo yang baru menyadari hal itu saat mencoba mengingat kembali wajah Queensa.
Setelah menggabungkan semua ingatannya tentang Queensa, Varo pun menemukan sebuah kesimpulan yang menurutnya adalah hal yan paling masuk akal.
Queen adalah pacar Alana, yang mungkin saja dia kenal di sirkuit karena Alana yang memang suka dengan balapan, dan juga Queensa yang sepertinya sama-sama menyukai motor.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...