Queensa

Queensa
Queensa "223"



...Seperti biasa ya bestie......


...Jangan lupa tinggalin like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Adam dan Alvin pun segeta pergi meninggalkan kamar Varo, menuju kamar Adam untuk bermain game.


Mereka menyuruh Varo beristirahat, karena bagaimanapun dia masih dalam masa pemulihan.


Apalagi seharian ini Varo terus membuat masalah dan mengabaikan penyembuhan lukanya, hanya demi gadis itu.


Varo membuka ponselnya dan tiba-tiba saja tersenyum saat melihat ada sebuah pesan masuk, yang menampilkan nama Micin luar angkasa dan tanpa menunggu lama, Varo pun segera membuka pesan itu.


Dia tersenyum manis hanya karena sebuah pesan yang berisi ucapan terimakasih, dan juga permintaan maaf karena membuatnya melihat kejadian tidak menyenangkan tadi.


Varo pun mengetikkan pesan balasan.


Varo : Nggak masalah. Tapi kalau lo beneran mau ucapin makasih, seenggaknya traktir gue makan boleh kali?


Sasa : Tapi kan kamu masih sakit? Kapan-kapan aja aku traktir makannya.


Varo : Yang sakit itu cuma kaki sama tangan gue, bukan mulut sama lambung gue. Lagian kan nggak harus kita yang datengin makanannya, tapi lo bisa datengin makanan itu dan anterin ke sini.


Membaca pesan balasan yang sangat menyebalkan dari Varo itu, membuat Queen mendengus kesal tapi justru mampu meredam rasa sakit hatinya yang tadi sempat membuatnya merasa sangat sesak.


"Gila, aneh banget gue baca si Biang Sial nyebut gue sama dia pake sebutan kita. Hiiii..." gumam Queen sambil bergidik geli, tapi berbanding terbalik dengan sudut bibirnya yang terangkat tanpa dia sadari.


Queen terkekeh geli setelah mengetikkan pesan balasan itu pada Varo, kemudian beranjak dari ranjangnya, menyambar jaket hoodie miliknya dsn turun ke lantai bawah.


Suara alas kaki yang menapaki tangga, terdengar menggema di seluruh ruangan, membuat sepasang mata yang tengah fokus pada layar ponselnya pun mengalihkan pandangannya sekejap ke arah Queensa.


Benar-benar hanya sekejap, karena setelah itu dia kembali fokus pada layar ponselnya, seolah dia tak perduli dengan kehadiran Queensa.


"Cih! Tumben si anak emas nggak belajar? Capek?" sindir Queen yang sudah sangat jelas ditujukan pada adik tirinya.


Renata hanya bisa menghela nafas panjang, mendengar sindiran pedas sang kakak tiri. "Kak, gue mau nanya deh sama lo. Emangnya gue pernah punya salah ya, sama lo? Kenapa lo nggak suka banget sama gue?" tanyanya.


Mendengar jawaban sang adik, membuat Queen berdecak kesal kemudian tersenyum sinis pada Renata.


"Kesalahan lo itu banyak! Bahkan lo sama nyokap lo itu, hadir di keluarga gue aja itu udah salah!" serunya, "Jangan pikir gue nggak tau, apa tujuan kalian! Dasar benalu!"


"Itu bukan kemauan gue! Apa lo pikir, gue bisa milih buat dilahirin dari rahim siapa!? Apa lo pikir gue suka sama apa yang mama gue lakuin!? Apa lo pikir gue suka hidup kayak gini!? Nggak, kak, enggak! Gue juga muak hidup kayak gini!"


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...