
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen yang kini sudah berada di ambang pintu kelasnya pun terhenti saat mendapati sang guru sudah berdiri dan mengajar para murid.
Queen menghela nafas panjang, kemudian mengetuk pintu kelasnya untuk meminta ijin masuk.
"Maaf bu saya telat, tadi ada sedikit insiden."
Bukannya mendengarkan perkataan Queen, guru justru lebih fokus pada tangan Queensa yang mengeluarkan darah yang masih menetes ke lantai.
Guru itu menunjuk ke arah tangan Queensa, "Sasa, tangan kamu—"
Queen pun mengikuti arah pandang sang guru, dan merutuki kebodohannya sendiri saat melihat tangannya yang kini terluka dan bahkan masih terus mengeluarkan darah segar.
"Ehm... ini tadi saya jatuh dari motor bu. Saya nggak sadar kalo luka, soalnya buru-buru takut telat. Eh taunya tetep aja telat," ujar Queen sambil memamerkan deretan giginya dengan canggung.
Tak hanya Queen dan sang guru yang terkejut melihat itu, semua penghuni kelas sesat pun juga sama terkejut. Terlebih saat mendengar penjelasan Queen tentang apa yang terjadi tadi hingga dia terluka, dan bahkan tidak menyadarinya.
Bagaimana bisa seorang wanita tak menyadari jika dirinya terluka, bahkan separah itu. Terlebih dengan penampilan Queen yang cupu, bisa ditebak jika dia adalah seorang gadis penakut yang pastinya akan menangis saat dia terluka.
Tapi apa ini? Tidak hanya tak menangis sama sekali, Queen justru masih bisa menampilkan senyum pepsodentnya seolah tak memiliki rasa sakit.
Dan yang paling terkejut dan panik diantara semuanya adalah Selena dan juga Alana tentunya.
"Kok bisa sih kamu nggak nyadar kalo luka begitu? Ya udah sana kamu ke UKS, minta diobatin. Ajak temen kamu satu buat temenin kamu di sana," titah sang guru yang tak ingin terjadi hal buruk pada muridnya.
Alana yang tadinya juga hendak berdiri, akhirnya terpaksa mengurungkan niatnya setelah melihat Selena sudah lebih dulu mengajukan dirinya.
"Sebenarnya apa sih yang terjadi sama lo, Queen? Apa lo nggak bisa, seharu aja bikin gue tenang dan nggak cemas sama lo?" batin Alana yang masih belum tenang, karena belum bicara sendiri pada Queensa.
"Ya sudah Selena, kamu antarkan Sasa ke UKS sekarang."
Selena pun mengangguk dan membawa Queensa keluar dari kelas lagi, bahkan sebelum Queen sempat masuk ke kelasnya untuk sekedar meletakkan tas sekolahnya.
"A—"
"Stop." Baru saja Selena akan membuka mulut, dan belum sempat mengucapkan kalimat pertanyaan yang sudah tersusun rapi layaknya seorang reporter itu, Queen sudah lebih dulu memotong ucapannya.
"Gue bakalan jelasin, tapi nggak di sini. Tunggu kita sampe di UKS dulu baru deh lo boleh introgasi gue sepuas lo."
Selena pun hanya bisa nyengir kuda sambil mengangkat dua jarinya sebagai tanda damai, karena dia kalau sudah ingin tau tentang sesuatu maka dia akan menjadikan sangat menggebu-gebu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...