Queensa

Queensa
Queensa "219"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Di cafe Grande...


Seorang gadis cantik tengah duduk sendirian dengan segelas milk shake coklat di hadapannya, dia tampak tengah menunggu seseorang.


Terlihat dari gelagatnya yang sedari tadi, terus saja melirik ke arah jam tangan mewah yang melingkar di lengan putihnya, dan jari telunjuk yang terus mengetuk meja dengan teratur.


Hingga saat sebuah suara yang memanggil namanya, membuat gadis itu memutar pandangannya ke arah pintu masuk cafe, dimana seorang pria tampan dengan gaya coolnya, tengah berdiri dengan gagah di ambang pintu sambil melambaikan tangan kearahnya.


"Mila."


Ya, gadis itu tak lain adalah Mila Karmila, gadis yang saat ini masih berstatus sebagai pacar dari seorang Alvaro Graham.


Namun Mila tampak enggan menjawab sapaan itu, apalagi menyambut kedatangan orang yang sudah dia tunggu sejak tadi itu.


Tapi jika dilihat dengan seksama, di pelupuk mata gadis cantik itu, kini sudah berkumpul cairan bening yang membawa kesedihan dan kerinduan didalamnya.


"Hey, kenapa diem aja? Emang lo nggak kangen sama gue?" tanya pria itu, sambil menarik kursi dan duduk di sebelah Mila.


"Hey, kok lo nangis? Udah dong jangan nangis, gue kan udah dateng seperti yang lo mau kan?" pria itu mengusap air mata di pipi Mila, kemudian menarik tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat, mengusap rambut gadis itu dengan begitu lembut.


"Udah bertahun-tahun, Dav. Bertahun-tahun lo ninggalin gue, tanpa ngasih kabar. Gue kira lo udah ngelupain gue Dav. Gue bahkan harus ikutin kemauan orang tua gue buat deketin cowok itu, demi perkembangan bisnis orang tua gue, Dav. Tapi hati gue... hati gue cuma buat lo. Gue nggak cinta sama Varo, Dav. Gue terpaksa harus jadian sama dia, dan sekarang... sekarang gue udah jadi pacarnya dia, Dav." Mila menangis terisak dipelukan pria bernama Dava itu.


Pria itu adalah pacar Mila, sebelum pria itu tiba-tiba pergi ke luar negeri bersama dengan keluarganya dan tak pernah sekalipun memberikannya kabar. Dan kemarin dia menelepon Mila, untuk mengajaknya bertemu.


Meski awalnya Mila berusaha untuk bersikap dingin dan tidak perduli pada Dava, tapi hati kecilnya tak sanggup melakukan itu, hingga akhirnya dia menghubungi Dava dan meminta dia datang ke cafe itu.


"Lo telat, Dav. Lo telat, gue udah jadi milik orang lain." Tangis Mila semakin tergugu, seolah dia dan Vari sudah menikah sehingga tak ada lagi kesempatan bagi Dava untuk merebut kembali dirinya.


Dava menghela nafas panjang mendengar perkataan Mila, "Yang udah nikah aja masih bisa cerai, Lala... apalagi kalian itu cuma pacaran, gue bisa kok buat ambil lo dari dia." Dava mengurai pekukannya, menghapuskan kembali air mata yang sudah membasahi pipi gadisnya itu.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...