Queensa

Queensa
Queensa "258"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queen terkekeh pelan dan berkata sambil menatap sinis pengikut Kirana, "Berhak? Sejak kapan, seorang pembunuh berhak untuk menempati jabatan ini?"


"Jangan sembarangan bicara, Queen. Mana mungkin aku mencelakai suamiku sendiri?" sahut Kirana yang kini sudah memasang wajah sendu, secepat membalikkan telapak tangan, "Aku tau kau tidak menyukaiku, dan menerimaku sebagai ibumu, tapi jangan memfitnahku sekeji itu, Queen."


Queen terkekeh geli, kemudian dia menopang dagunya dan menatap Kirana dengan senyum di wajahnya.


"Sudah selesai berakting, nyonya Kirana? Mau kau tunjukkan pada siapa aktingmu yang buruk itu? Air mata buaya betina seperti itu, anak kecil pun akan tau. Apa kau menganggap para pemegang saham itu orang bodoh, yang bisa kau tipu?"


Pembela Kirana kembali bersuara, "Jangan banyak omong kosong tanpa bukti, anak kecil!"


Namun para pemegang saham yang lain hanya diam, dan tidak berniat untuk bersuara sama sekali. Itu karena mereka cukup sadar, bahwa mereka tidak bisa ikut campur dalam hal ini.


Mendengar dari apa yang Queen katakan tentang Kirana yang meracuni ayahnya, memberitahu mereka jika hal ini masih merupakan urusan keluarga Abraham.


Jadi mereka memilih untuk menunggu dan melihat situasinya. Karena bagi mereka, yang terpenting adalah kelangsungan Abraham Group.


Queen mengangkat sebelah alisnya, "Well, bukti memang sangat di perlukan di sini." Queen menepuk tangannya, dan seorang pria melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan percaya diri.


"Queen, apa maksud kamu dengan ini?! Sejak kapan orang luar bebas keluar masuk ke ruangan ini?!"


Kirana sangat panik secara tidak langsung, Queen sudah menegaskan jika dia memiliki bukti atas semua kejahatan yang dia lakukan pada Mario.


Terlebih, Kirana tau jika orang yang baru masuk itu adalah pengacara dari ayah Queensa.


Tapi sangat di sayangkan, bahwa pengacara itu tiba-tiba menghilang begitu saja sejak satu bulan yang lalu.


Karena hal itu juga, orang itu mengkomando Kirana agar menggunakan kesempatan emas itu dan merebut perusahaan suaminya.


Orang yang baru saja melangkah masuk itu bernama Dante, ia maju dan mengeluarkan sebuah flashdisk, kemudian menyalakan layar proyektor.


Dante tersenyum tipis, "Sebelumnya, biar saya memperkenalkan diri saya lebih dulu, saya Dante. Saya merupakan kuasa hukum yang telah di percaya untuk menangani setiap urusan Pak Mario, sejak beliau menjadi Direktur utama Abraham Grup. Beberapa dari kalian juga pasti pernah bertemu dengan saya."


Dante pun berkata kalau jauh sebelum semua masalah ini terjadi, pak Mario sudah membuat surat wasiat.


Dan surat wasiat dari Pak Mario selalu berada di tangannya.


"Mungkin kalian penasaran kenapa saya baru muncul sekarang. Dan alasan mengapa saya tiba-tiba hilang, dan baru muncul sekarang."


Dante pun menjelaskan alasan kepergiannya, adalah karena saat itu Pak Mario yang meminta dia untuk bersembunyi dan kembali setelah situasi yang tepat. Saat itu, Pak Mario sudah curiga, jika ada orang yang berniat buruk padanya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...