Queensa

Queensa
Queensa "250"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Adegan itu membuat Alana seolah melihat kilas balik, masa lalu mereka berdua. Putri memang adalah sosok yang anggun, tapi jika bersamanya, terkadang Putri akan menjadi sosok yang humoris, manja, dan kadang juga Putri sedikit menyebalkan.


Meski Putri tampak masalah dengan Alana yang megatakannya sangat mirip dengan Queen, tapi jauh di dalam lubuk hatinya, dia masih merasa sangat sedih.


Dia benar-benar masih belum bisa sepenuhnya percaya dengan kenyataan mengejutkan itu, dan baginya sangatlah sulit untuk menerima semuanya.


Terlebih tadi dia sempat menyimpulkan jika Alana dan kakak kembar yang baru kali ini dia jumpai itu, sepertinya memiliki hubungan.


Meski dia tak tau hubungan apa yang terjalin diantara kedua orang itu, karena tadi Queen menghentikan Alana yang akan bicara.


"Apakah mereka memiliki hubungan spesial? Apakah posisiku di hatimu sudah tergeser olehnya, Alan? Akankah kau meninggalkanku, untuk bersamanya?" batin Putri sedih, namun bibirnya tetap menyunggingkan senyum tipis.


*


Di sebuah ruangan yang begitu tertutup, Dion dan Queen serta seorang pria paruh baya, tampak tengah membahas hal yang serius, terlihat dari bagaimana raut wajah mereka.


Di hadapan mereka, ada laptop yang tengah menampilkan sesuatu yang akan mereka butuhkan untuk rencana mereka selanjutnya.


"Kalian harus bergerak cepat. Tidak lama lagi, Kirana dan orang akan menjalankan rencana mereka untuk mengambil alih perusahaan ayah kalian."


Dion dan Queen mengangguk mantap. Untung saja, selama ini mereka tak hanya berdiam diri dan menunggu kehancuran keluarga mereka.


Terlebih di tangan Alex, asisten pribadi ayah mereka, kini sudah ada beberapa bukti kejahatan sang ibu tiri.


"Kak, sekarang tinggal satu hal lagi yang harus kita selesaikan." Dion menganggukkan kepalanya, pertanda kalau ia mengerti maksud Queensa.


Ya, yang harus mereka lakukan sesegera mungkin adalah membawa ayahnya pergi sejauh mungkin, hingga wanita licik itu tak mampu menjangkaunya.


"Tapi kemana kita harus membawanya, Queen?" tanya Dion yang belum tau kemana akan membawa ayahnya bersembunyi.


"Serahkan saja padaku. Apa kau lupa siapa adikmu yang cantik ini?" Queen tersenyum dengan penuh kebanggaan, mengingatkan kakaknya itu jika dirinya bukanlah gadis biasa.


"Oke oke oke, bukan cupu biasa," sindir Dion sembari menjadikan tangannya sebagai kacamata, untuk mengejek Queensa, dan kemudian tertawa renyah.


Alex yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum simpul. Dia sangat bangga melihat anak-anak dari atasannya itu tidak panik, bahkan di saat genting semacam itu.


Memang benar kata pepatah, jika kepanikan hanya akan membawa malapetaka yang tidak berkesudahan.


Masalah apapun itu harus dihadapi dengan tenang dan kepala dingin, tanpa tindakan bodoh yang gegabah, yang berujung dengan penyesalan dan kehancuran.


"Cukup bercandanya. Segeralah bawa ayah kalian pergi ke tempat yang aman, jangan lupa siapa lawan kalian."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...