
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Eh Papi udah pulang? Pas banget, Mami mau introgasi tuh." Selena terkekeh sambil berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sedangkan sang ayah hanya bisa menatap punggung putrinya sambil mengernyitkan dahinya bingung. Introgasi? Memangnya dia pelaku kriminal apa, kenapa harus di introgasi segala.
Namun saat dia menoleh dan mendapati istri tercintanya kini sedang menatapnya dengan senyum pembawa pertanda buruk, ditambah dengan ketukan berirama dari jari telunjuknya yang mengetuk-ngetuk meja makan membuat dirinya menelan saliva dengan susah payah.
"Bisa Papi jelaskan soal Lena yang pergi nonton balapan?"
Ayah Selena pun hanya menampilkan deretan giginya, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan duduk di sebelah sang istri tercinta.
Selena sendiri langsung masuk ke kamarnya, meletakkan tas, melepas sepatu, menyambar handuknya, dan masuk ke kamar mandi untuk segera memulai ritual bersih-bersihnya seperti biasa.
Setelah mandi, Selena yang sudah merasa lebih segar pun segera membaringkan tubuhnya di ranjang sambil berkutat dengan ponselnya. Dia berselancar di jejaring sosial, dan mencari sesuatu yang sangat ingin dia lihat untuk saat ini.
#Flashback Off
Tanpa sadar, Selena pun terlelap dalam tidurnya dengan ponsel yang masih ada dalam dekapannya, seolah yang dia dekap saat ini bukanlah ponsel yang tengah menampilkan foto Dion, melainkan Dion sendiri yang tengah dia peluk.
*
Begitupula dengan Queen yang kini juga sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang, setelah mandi dan membersihkan diri.
"Haish... maafin gue Lan, gue nggak bermaksud buat bohongin lo. Gue cuma benar-benar masih belum siap buka hati gue lagi, dan gue nggak mau jadiin lo pelarian."
Benar, tadi Queen tidak benar-benar tertidur di atas motor Alana, melainkan dirinya tengah berakting dengan sangat menakjubkan.
Bahkan Alana saja sampai tak menyadari jika Queen tidak sedang benar-benar tertidur, melainkan hanya berpura-pura saja.
Queen sudah menduga jika Alana akan mengungkapkan isi hatinya, saat dia memanggil Queen tadi dan bilang jika dia ingin mengatakan sesuatu.
Degup jantungnya langsung berpacu saat it juga, namun dia tetap berusaha menetralkan kegugupannya. Hingga akhirnya trik pura-pura tidur itu muncul, saat kalimat yang sudah Queen duga akan keluar dari mulut Alana akhirnya lolos juga.
Dia benar-benar belum siap menjawab pertanyaan Alana itu, atau lebih tepatnya belum siap untuk terluka lagi.
Bukankah berteman itu lebih baik daripada sebuah ikatan yang semu? Teman tak akan saling menyakiti, dan teman tak akan saling mengkhianati. Tapi meskipun hal-hal itu terjadi, mungkin saja rasa sakitnya tak akan sesakit patah hati.
Entah kenapa pemikiran itu terbersit di kepala Queensa, meskipun dia juga tau jika pepatah mengatakan tak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan itu adalah benar.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seber...