
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Selena pun hanya bisa nyengir kuda sambil mengangkat dua jarinya sebagai tanda damai, karena dia kalau sudah ingin tau tentang sesuatu maka dia akan menjadikan sangat menggebu-gebu.
Lagipula jika mereka bicarakan masalah itu sambil berjalan, takutnya akan ada orang yang mendengar pembicaraan mereka dan mungkin saja itu bisa menimbulkan masalah baru.
Sesampainya di UKS itu Queen dan Selena langsung mencari petugas UKS, "Permisi bu," panggil Selena membuka pintu ruang UKS itu.
Tak mendengar jawaban, Selena pun mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Namun si petugas UKS memang sedang tidak ada di dalam sana, entah kemana perginya.
"Kelamaan." Queen pun langsung masuk dan duduk di pinggiran ranjang UKS, kemudian meminta Selena untuk mengambilkan alat-alat yang dia perlukan untuk mengobati lukanya, "Lena, tolong ambilin kotak p3k."
Selena pun mengangguk dan melangkah menuju meja penjaga UKS, dimana kotak p3k itu berada.
"Sini gue obatin." Selena membuka kotak p3k itu. Namun bukannya segera mengobati Queensa, Selena justru mematung seperti memikirkan sesuatu.
Queen yang menyadari keanehan Selena pun tak tahan untuk tidak bertanya, "Lo kenapa? Buruan dong, Lena... Lo mau bikin gue mati kehabisan darah?" ujar Queen membuyarkan lamunan Selena, dengan candaannya yang tidak lucu.
Bagaimana mungkin ada seseorang yang mati kehabisan darah, hanya karena luka kecil seperti itu. Meskipun memang masih ada darah yang menetes dari bekas luka Queensa, tapi tidak banyak sampai-sampai akan mengancam nyawa.
Namun bagi Selena yang memang mudah panik dan sering kali gagal paham dengan yang namanya candaan, tentu saja malah menanggapi hal itu dengan serius.
"Cuma apa?" Queen mengangkat alisnya menunggu jawaban.
"Gue nggak pernah pake kotak p3k, jadi gue nggak tau yang mana, buat apa, sama cra pakeknya." Tentu saja Queen auto tepok jidat melihat kekonyolan Selena itu, dia bahkan sampai meraup kasar wajahnya dan lupa jika masih ada darah di tangannya hingga membuat wajahnya terkena darah juga.
"Kalo lo emang nggak bisa gunanin ini, ngapain ngajuin diri?" Queen memutar jengah bola matanya, namun tak bisa dia pungkiri jika kelakuan konyol, aneh, bin absurd sahabatnya itu justru mampu mengembalikan moodnya yang tadi drop akibat ulah Rebecca.
"Ya maaf, biar keliatan keren aja gitu. Masalahnya gue tuh pernah punya cita-cita jadi dokter, tapi sayangnya otak gue meronta." Selena terkekeh setelah mengatakan hal itu.
Saat kecil dia memang pernah bercita-cita untuk menjadi seorang dokter, demi teman masa kecilnya yang dulu sakit-sakitan. Tapi setelah temannya itu pergi berobat ke luar negeri, dia pun membuang jauh-jauh cita-citanya menjadi dokter selain karena kemampuan otaknya yang sepertinya tidak mampu.
"Ya udah sini, biar gue pake sendiri aja." Queen pun mengambil kotak p3k itu dari tangan Selena, namun sebuah tangan tiba-tiba saja menahan tangannya dan mengambil alih kotak p3k itu darinya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...