Queensa

Queensa
Queensa "122"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Mungkin saja Mila memang sedang menerima panggilan penting dari seseorang, hingga membuat teleponnya sibuk dalam waktu yang cukup lama.


Varo pun merasa lega, setelah mencurahkan kegundahannya pada Queensa. Dia berencana untuk menelepon Mila lagi setelah ini, agar pacarnya itu tidak terus marah padanya.


Tidak keren rasanya, sepasang kekasih yang baru saja jadian justru sudah dilanda badai masalah. Benar-benar tidak keren sama sekali.


"Memangnya kamu ngelamun itu mikirin apa?" tanya Queen yang penasaran dengan hal apa yang membuat Varo mengabaikan pacarnya.


"Mikirin lo."


Sontak saja Queensa auto kaget dengan mulut yang menganga lebar dan mata yang membulat sempurna. Sedangkan Varo langsung meralat ucapannya.


"Tutup tuh mulut lo, nanti ada lalat masuk baru tau rasa lo. Gue nggak serius, gue bercanda doang. Ya kali gue mikirin lo, bisa karatan otak gue."


Seketika itu juga, keterkejutan Queensa tadi berubah menjadi kekesalan yang haqiqi. Jika saja tak ada hukum yang mengatur tentang pembunuhan berencana, Queen sudah pasti akan mendatangi Varo dengan membawa karung dan tambang.


Dia ingin memasukkan Varo ke dalam karung itu, mengikat ujungnya dengan tambang dan menenggelamkannya ke laut.


"Jadi kang karung juga bodo amat, dah Biar viral sekalian!" kesal Queen dalam hatinya, sambil menekan tombol merah dan memutuskan sambungan video callnya dan Varo.


Sedangkan Varo kini tengah menatap layar ponselnya dengan kesal, karena Queen malah memutuskan sambungan teleponnya begitu saja tanpa aba-aba.


Karena moodnya yang kembali buruk, setelah sempat membaik. Varo justru memilih untuk memejamkan matanya dan menyelam ke alam mimpi indah, yang tak bisa dia dapatkan di dunia nyata.


Begitu juga dengan Queen yang langsung tidur karena amarah membuncah yang terpancing, hanya dengan panggilan video dari seorang Varo.


*


Keesokan harinya, Queen kembali masuk ke sekolah seperti biasanya. Tapi karena hari ini dia sangat malas menyetir motornya, dia pun meminta Dion untuk mengantarkannya sampai ke sekolah.


Dion menghentikan motornya, tepat di depan gerbang masuk sekolah Queensa tanpa melepaskan helm full facenya.


"Makasih bang, nanti jemput ya."


"Iya, nanti gue jemput lo. Ntar malem juga lo ada jadwal tanding kan? Gue pengen nonton, udah lama juga gue nggak nonton lo tanding." Dion mengacak-acak rambut Queen pelan, membuat adik tercintanya itu mendengus kesal sambil merapikan kembali rambutnya yang berantakan.


Namun tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata sudah melihat ke arah mereka dengan berbagai ekspresi dan spekulasi sendiri.


"Siapa yang nganterin si Micin? Pake sok-sok manis gitu lagi." Varo menatap kesal pada kedua manusia berbeda gender itu.


Entah kenapa ada perasaan kesal dan tidak suka dalam dirinya, saat melihat seorang pria mengantarkan Queen ke sekolah dan mereka juga terlihat begitu dekat.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...