
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen juga hanya melirik sekilas pada Varo, kemudian kembali fokus pada penjelasan sang guru tentang rumus fisika yang panjangnya sudah melebihi gerbong kereta api itu.
Beberapa murid tampak memaksakan mata mereka untuk terbuka, karena rasa lelah akibat pelajaran olahraga tadi.
Hingga beberapa kali sang guru memarahi para muridnya, kecuali Varo yang tak pernah mendapatkan sekali pun teguran.
Aneh memang, tapi percayalah alasannya bukan karena kekuasaan dan nama besar keluarganya, melainkan para guru yang sudah jengah dengan sikap Varo.
Terlebih saat dia dimarahi, jika tidak pura-pura tidak mendengar maka Varo pasti akan menjawab omelan sang guru dengan santainya, tapi hal itu justru selalu sukses membuat para guru sangat kesal hingga memilih menganggapnya tidak ada.
*
Kegiatan belajar mengajar pun akhirnya selesai, yang ditandai dengan bell yang berbunyi sebanyak tiga kali.
Varo menguap dan menyambar tasnya, lalu segera berjalan keluar dari kelas. Dia ingin segera pulang, sebelum si algojo mencarinya dan membuatnya benar-benar harus menjalankan hukuman gila itu.
Namun sayang seribu sayang, kesialan memang sedang ingin mengikuti Varo.
Baru saja dia melangkah keluar dari ambang pintu, sang algojo sekolah sudah berdiri di depan sana dengan sebuah tongkat ajaib yang selalu di bawanya saat menghadapi makhluk-makhluk ajaib seperti Varo itu.
Pak Edy adalah satu-satunya guru yang bisa mengatur Varo, di saat guru lainnya sudah angkat tangan angkat kaki dan angkat semuanya dalam menghadapi Varo.
Varo berdecak kesal dalam hati, kemudian menghela nafas panjang sambil melangkahkan kakinya menuju toilet sekolah.
Mau tidak mau, Varo pun mulai memegang sesuatu yang bahkan tidak pernah dia pegang sebelumnya. Alat pel yang akan menjadi temannya untuk beberapa jam kedepan.
Namun baru beberapa menit Varo mulai mengepel lantai toilet itu, muncul sosok yang membuat Varo sangat senang. Benar, siapa lagi kalau bukan Queensa, sang babu ala-ala miliknya.
"Woy, babu! Nih ambil, kelarin kerjaan gue." Varo melemparkan alat pelnya pada Queensa dan dengan sigap di tangkap olehnya, sebelum gagang pel yang terhormat itu menyapa wajah abstraknya.
"Yang di hukum kan kamu, kenapa jadi aku yang harus ngepel?" tanya Queen dengan sekuat tenaga menahan rasa kesal dan amarah yang membuncah di hatinya.
Bagaimanapun dia adalah Queensa Abraham, anak dari seorang pebisnis sukses yang kaya raya, juga seorang pembalap wanita yang sangat terkenal.
Tapi lihat? Pria songong bin menyebalkan dihadapannya itu dengan entengnya menyuruh seoranf Queensa Abraham untuk membersihkan toilet.
"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya? Baiklah akan aku jawab, itu karena kamu adalah babu eksklusif Alvaro Graham, apa itu cukup?" jawab Varo dengan nada yang begitu menyebalkan, persis seperti video singkat di fyp yang sedang viral itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...