
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Kini Alana berdiri mematung tepat di sebelah gadis yang tengah berbaring tak berdaya di atas ranjang itu. Dia menggenggam erat tangan gadis itu dan menatap wajah itu dengan ekspresi sendu.
"Sudah tiga tahun. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar, Put. Tiga tahun aku menunggumu kembali dan mengatakan jika apa yang kau katakan itu tidak benar." Alana tertawa hambar, "Aku benar-benar bodoh kan? Ya, aku bodoh. Aku gila karenamu. Kau meninggalakanku dan mengatakan jika kau memilih dia, dia yang lebih segala-segalanya dariku. Hatiku sakit, Put. Hatiku hancur."
Alana bicara pada gadis bernama Putri Anindita Prakoso itu. Dialah gadis yang menorehkan luka menyakitkan di dalam hati Alana, yang bahkan belum bisa terobati hingga saat ini.
#Flashback on
"Put, kau bercanda kan?"
Alana yang saat itu masih duduk di bangku kelas dua SMP itu menatap tidak percaya pada gadis di depannya. Gadis yang paling dia sayangi, gadis paling berarti dalam hidupnya bahkan posisinya melebihi ibunya sendiri.
Dialah gadis yang selalu bersama dengannya sejak mereka kecil. Gadis yang selalu membuat hari-hari sepi Alana tanpa kasih sayang kedua orang tuanya, menjadi terobati dan berwarna karenanya.
Dialah Putri Anindita Prakoso, putri tunggal dari pasangan Wahyu Putra Prakoso dan Anindita Dyah Ningrum.
Mereka bahkan pernah mengukir janji jika mereka akan menikah saat mereka dewasa. Bagi Alana janji itu adalah cita-citanya, tujuan hidupnya, dan satu hal yang mewakili kata bahagia.
Tapi apa-apaan ini. Putri justru tiba-tiba datang padanya dan mengatakan jika dia tak akan pernah mau menikah dengannya, dan yang lebih menyakitkan adalah dia datang bersama seorang pria yang tak pernah Alana kenal.
Dunia Alana seakan runtuh saat itu juga. Tujuan hidupnya hilang, cita-citanya musnah dan cintanya kandas begitu saja.
"Tidak, Putri. Aku tau kau sedang bercanda kan?" tanya Alana dengan senyum yang dia paksakan.
"Tidak, aku serius. Dia lebih segala-segalanya darimu, jadi ku mohon terimalah kenyataannya. Aku tak pernah mencintaimu, Alana."
Bagai petir menyambar tubuhnya di siang hari. Badan Alana terasa lemas tak bertenaga, dia terduduk lemas di atas rerumputan.
Seseorang yang dia yakini dan percaya tak akan pernah menyakiti dan mengecewakannya kini justru mengoyak hatinya tanpa ampun, bahkan menabur garam di atas lukanya tanpa belas kasihan.
Sangat menyakitkan. Namun Alana hanya bisa memandangi kepergian gadis tercintanya itu tanpa bisa berkata-kata lagi, dia tak bisa mencegah kepergian orang yang tak ingin berada di sisinya.
Tak lama setelah gadis itu masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada sang Ibu dan Ayah yang sepertinya benar-benar akan segera berangkat ke luar negeri itu, petir pun menyambar bersamaan dengan hujan deras yang turun.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...