Queensa

Queensa
Queensa "85"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Mendengar pertanyaan Alana, Queen pun segera menyahut, "Rahasia." Queen mengedipkan sebelah matanya pada Alana sebagai kode, namun hal itu justru tampak lain di mata Varo.


"Lo kenapa? Mata lo kelilipan? Pake segala kedip-kedip manja, nggak cocok sama muka lo!" sengaknya dengan lancar jaya tanpa hambatan, seolah apa yang ia katakan itu bukanlah sesuatu yang menyakitkan.


Karena malam berdebat, dia pun hanya memutar jengah bola matanya dan lebih memilih untuk kembali menikmati makanannya dari pada selera makannya harus kembali hilang gara-gara beradu mulut dengan Varo.


Sudah cukup dengan dua manusia yang selalu sukses membuatnya tidak selera makan di rumahnya sendiri, jangan sampai di sekolah hal yang sama juga terjadi.


"Udah deh gue ke kelas dulu." Tanpa menunggu jawaban dari Queen maupun Alana, Varo pun melangkah pergi meninggalkan kantin sambil bersiul-siul ria dengan senyum yang tak luntur dari wajah tampannya.


Alana yang melihat hal itu pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan terkekeh geli, terlebih saat para siswi saling berbisik ketika melihat Varo tersenyum seolah mereka sedang melihat fenomena alam yang langka.


Namun tak dapat dipungkiri jika seorang Varo yang sedang tersenyum itu, semakin membuat para gadis tergila-gila dengan pesonanya.


"Queen." Alana yang masih penasaran dengan perjanjian apa yang terjalin di antara Queen dan Varo pun, berniat untuk menanyakannya sekali lagi karena Varo juga sudah tidak berada di sana.


"Iya iya aku tau, kamu mau nanya soal perjanjian itu kan?" tanya Queen yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Alana.


Akhirnya Queen pun menjelaskan semuanya dengan detail, tanpa mengurangi cerita itu sedikitpun.


Mulai dari kesalahpahaman Varo dengan hubungannya dan Alana, lalu kesalahpahaman Varo dengan hubungan dirinya dan Dion, juga tentang Varo yang menyuruhnya untuk memata-matain dirinya sendiri.


"Yup, dan itu menguntungkan buatku. Tanpa harus bersusah payah, aku bisa lepas dari status kacung seorang Alvaro Graham."


Alana pun mengangguk paham.


Namun tak dapat dia pungkiri, jika ada sedikit rasa kecewa yang terselip di dalam hatinya karena Queen seolah tak mau orang lain menganggap Alana dan dirinya memiliki yang spesial.


Tapi Alana tak mungkin mengatakan keberatan dengan apa yang akan Queen lakukan, dan dia tetap akan mengatakan yang sebenarnya pada Varo jika nanti dia ingin menkonfirmasi tentang kebenaran hubungannya dan Queensa.


Alana yang sudah tak berselera makan pun, segera bangkit dan berpamitan dengan Queen. Dia beralasan ingin menyusul Alvaro yang pasti saat ini sedang bersama duo sengklek, Adam dan Alvin.


Queen juga hanya mengangguk sebagai jawaban, karena mulutnya masih sibuk mengunyah pentol bakso miliknya.


Tak lama setelah itu, Selena pun datang menghampirinya dan duduk begitu saja di samping Queen.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...