
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa๐คญ๐...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Varo pun hanya bisa mengerutkan dahinya melihat sikap Alana yang tiba-tiba saja berubah, padahal tadi sebelum keluar membeli bakso dia masih bersikap biasa saja.
"Aw sakit, Lana. Kamu ngapain tarik-tarik aku sih, aku masih ngantuk tau." Queen yang memang masih mengantuk tentu saja kesal dengan Alana yang tiba-tiba saja menarik tangannya, terlebih dia mencengkramnya dengan sangat kuat hingga terasa sakit.
Queen langsung mengibaskan tangannya dan membuat Alana melepaskan cengkraman tangannya saat tersadar jika dirinya sudah menyakiti gadis yang dia suka.
"Lo apa-apaan sih Lan? Ngapain si Micin lo tarik-tarik, emang lo pikir dia tali tambang?" tanya Varo yang diselipkan dengan candaan, namun cara pengucapan Varo yang datar plus wajah tanpa ekspresinya membuat candaan itu seperti sebuah sindiran.
"Gue cuma mau ajak Sasa pulang, ini udah malem. Tadi lo bilang lo ngantuk kan, jadi ya udah ayo gue anterin lo pulang."
Mendengar Alana yang akan membawa Queen pulang, membuat ada sebuah rasa tidak rela di hati Varo. Sebenarnya dia sangat ingin Queen tetap menemaninya.
Namun apa daya karena ini memang sudah malam dan Queen yang notabene adalah seorang gadis baik-baik dimatanya sudah pasti harus segera pulang.
"Tapi kanโ" Belum sempat Queen menyelesaikan ucapannya, Varo sudah lebih dulu menyelanya karena berpikir jika Queen tidak mau pulang karena masih ingin menjaganya.
Padahal sebenarnya itu hanyalah kepercayaan diri Varo yang berlebihan saja, karena pada dasarnya hal yang membuat Queen enggan pulang adalah bakso yang sudah melambai-lambai minta di santap.
"Lana bener, udah sana lo pulang. Gue udah gede dan gue bisa jaga diri gue sendiri, jadi lo nggak perlu khawatirin gue. Udah sana lo balik, liat muka lo lama-lama, bikin mata gue kram."
Padahal dalam hati Queen saat ini sedang meratap, "Bakso gue..."
Alana kembali menarik tanga Queensa, namun tidak sekuat tadi karena dia tak ingin lagi menyakiti gadis yang dia cintai. Namun sepanjang jalan, Queen terus saja murung dengan kepala tertunduk lesu menatap entah apa yang menarik di bawah sana.
Alana yabg melihat hal itu pun menghela nafas panjang, "Se sedih itukah lo cuma buat berpisah dari Varo sebentar aja Queen?" tentu saja kata-kata itu hanya bisa terucap di dalam hati tanpa berani dia utarakan secara langsung pada Queensa.
Bukan tak berani menyampaikan rasa penasarannya, tapi lebih karena dia tak berani mendengar jawaban Queen yang mungkin saja akan membuatnya lebih sakit hati lagi.
Bahkan hingga mereka sampai di tempat parkiran, Queen masih tetap setia dengan kepalanya yang menunduk.
Dan semua itu membuat Alana tak lagi bisa menahannya, "Kenapa lo keliatan sedih banget, Queen? Apa karena gue ajak lo pulang? Apa lo masih mau nemenin Varo di sini?"
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.๐...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.๐คฃ...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.๐...