
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Untuk alasan kenapa gue ketawa, itu karena gue bahagia. Gue tau gue keliatan jahat, tapi gue seneng karena lo sama si Micin nggak jadian. Tapi asal lo tau aja Lan, Micin itu suka sama lo."
Tak bisa berkata-kata, bibirnya terasa kelu. Itulah yang Alana alami saat ini.
"Tapi seperti yang dia bilang sama lo kalau dia nggak bakalan mau sama lo, karena dia tau kalau yang ada dihati lo itu masih Putri, bukan dia. Dan itu artinya, gue masih punya kesempatan buat dapetin dia dan gue harap lo bisa terima itu."
Alana pun terdiam. Dia tak mampu lagi untuk berkata-kata, apalagi untuk menjelaskan semuanya. Karena dia saja, bahkan tidak mengerti bagaimana perasaannya saat ini.
Apakah benar ukiran nama Putri di dalam hatinya masih ada, atau justru sudah berganti nama menjadi nama orang lain.
Tapi dibalik itu semua, dia memang merasa sudah tidak lagi pantas memperjuangkan hati Queensa, setelah gadis itu mengetahui jika alasan Alana mendekatinya hanyalah karena dirinya yang mirip dengan sang matan kekasih yang sudah lama meninggalkannya, tapi namanya tak jua terhapus dari dalam pikiran Alana.
Adam dan Alvin pun menghela nafas panjang, karena mereka memang sudah me getahui hal itu. Tapi sepertinya, Alana dan Varo melupakan satu hal besar yang sangat penting yang menyangkut masalah yang tengah mereka bicarakan.
"Lo suka sama si Micin, itu nggak salah, Al. Tapi yang salah itu... apa lo lupa kalau lo udah punya si Mila?" sahut Adam sembari menoyor kepala Varo, yang entah mendapatkan keberanian dari mana. Mungkin karena dia jengah melihat drama cinta segitiga yang memuakkan itu.
"Astaga, gue lupa!" Varo menepuk jidatnya.
Tanpa menunggu jawaban dari trio somplak, Varo pun bergegas turun dsri ranjang dan berusaha berjalan dengan cepat meski kakinya masih belum sembuh sepenuhnya.
"Woy, sialan. Jalannya pelan-pelan aja, ege. Kalo lo jatuh kan nggak lucu!" seru Alvin dengan setengah berteriak, karena Varo sudah keluar dari ruangan rawatnya.
Mereka bertiga pun hanya busa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Varo, tapi berbeda dengan Alana yang menatap ke arah punggung Vari dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Lan, lo urus ya adiministrasinya. Biar gue sama si Alvin yang susul Varo, gue takut dia jatuh lagi." Alana pun mengangguk dan Alvin bersama dengan Adam segera berlari menyusul Varo yang sudah pergi lebih dulu.
Saat mereka menemukan Varo, ternyata dia tengah ditahan lagi oleh dua orang suster karena dia masih mengenakan baju pasien, hingga membuat Adam dan Alvin menghela nafas panjang melihat tingkah konyol Varo.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...