
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Ayah." Queen menggenggam tangan ayahnya dan sebisa mungkin menahan bulir bening yang terus memaksa untuk keluar dari persembunyiannya.
Dion yang melihat bagaimana terpukulnya sang adik pun, menepuk pelan pundak adiknya itu.
"Ayah kalian belum sadarkan diri sejak tadi. Jadi biarkan saja dia istriahat dulu, jangan ganggu dia." Kirana berjalan mendekati kedua anak tirinya dengan wajah yang masih dia buat se sendu mungkin.
"Dasar munafik! Aku tau ini semua perbuatanmu!" seru Queen dalam hati. Dia benar-benar ingin sekali meninju wajah ibu tirinya, yang sangat membuat dia muak itu.
Namun dia tak boleh gegabah, mengingat orang yang dia hadapi bukanlah orang biasa.
"Bunda mau beli makan dulu, apa kalian juga lapar?"
"Kau bukan bundaku. Dan jangan pernah sekali-kali menggunakan panggilan itu dihadapanku." Queen berkata dengan nada rendah, namun tetap terdengar sangat tegas dan menekan.
"Cih! Kau pikir aku perduli? Tunggu saja tanggal mainnya, bocah. Jika saat itu tiba, meski kalian menangis darah pun, tak akan kuberikan kalian makan!" umpat Kirana dalam hatinya sambil berlalu pergi.
Dia memilih pergi daripada harus terus di sana dan membuat dirinya sendiri tersiksa. Tersiksa karena merasa dihina oleh dua bi ah ingusan, dan tersiksa karena dia tak bisa membalasnya untuk saat ini.
Tepat setelah kepergian Kirana, Ayah Queen membuka matanya dan membuat kedua putra putrinya terkejut.
"Ayah."
"Queen... Dion... Waktu papa sudah tidak lama lagi. Racun yang wanita itu berikan sudah menjalar ke seluruh organ tubuh ayah, tapi sayangnya racun itu tidak dapat terdeteksi oleh alat medis biasa."
"Maafkan ayah yang tidak mengatakan semuanya pada kalian. Ayah punya tujuan sendiri, kenapa ayah melakukan semua ini. Membawa wanita jahat itu ke rumah kita, dan sekarang tujuan ayah sudah tercapai. Adik kalian, ayah sudah menemukannya. Dia ada di rumah sakit ini, bisakah kalian membawanya ke sini?"
Tentu saja Dion dan Queen dibuat bingung setengah mati mendengar ucapan sang ayah, yang terdengar membingungkan ditelinga mereka.
Adik? Adik mereka? Bukankah mereka hanya dua bersaudara? Lalu adik yang mana, yang ayah mereka maksud?
Belum usai keterkejutan Queen dan Dion mendnegar ucapan sang ayah, kembali ayah mereka mengatakan hal yang menbuat mereka semakin terkejut dan bingung, juga shock.
"Adik kalian. Kembaranmu, Queen. Namanya Putri. Bawa dia kesini, karena ayah sangat ingin bertemu dengannya, sebelum ayah pergi untuk selamanya."
Kedua remaja itu benar-benar tak bisa berkata-kata lagi, terlebih Queensa. Tak perlu banyak menerka, dia tau siapa yang ayahnya maksud.
Dan orang itu tak lain adalah kekasih masa kecil Alana, orang yang secara tidak langsung, membuatnya kembali dilukai oleh seorang pria.
"Cepatlah, nak. wanita itu sedang menyusun rencana jahat, cepat bawa Putri kemari."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...