
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Selena pun masuk ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan, senyum manis tak pernah luntur dari bibir Selena. Yang tentu saja membuat sang sopir kebingungan, dan sempat takut jika anak majikannya itu kerasukan.
"Non," panggilnya.
"Iya pak, kenapa?"
"Non nggak apa-apa kan?"
"Lena nggak apa-apa kok pak, emang ada yang aneh ya?" Selena pun nampak bingung mendengar pertanyaan itu dilontarkan sang sopir untuknya.
"Habisnya Non Lena dari tadi bapak liat, senyum-senyum terus. Takutnya Non Lena kerasukan," ujarnya sambil terkekeh kecil.
"Ish, mana ada. Lena cuma baru aja ketemu sama pangeran berkuda putih impian Lena, tadi dia nolongin Lena pas kejambretan."
Selena tampak bahagia dan antusias saat menceritakan sosok Dion yang sudah bagaikan malaikat penolong alias pangeran berkuda putih, yang selalu dia impikan sejak kecil.
Meskipun Selena sudah beranjak dewasa, namun dia adalah seorang penggemar berat disney princess.
Orang-orang yang tidak mengetahui seperti apa Selena sebenarnya, pasti hanya menganggap Selena adalah seorang yang angkuh dan sombong karena dia kaya.
Padahal sebenarnya dia hanya bersikap seperti itu, jika orang-orang yang mendekatinya hanya memandang kekayaan dan status keluarganya.
Mereka yang mendekati Selena hanya demi keuntungan semata, alias ada udang di balik bakwan.
*
Hari yang melelahkan pun akhirnya terlewati, dan hari ini Queensa berangkat ke sekolah seperti biasa. Namun yang berbeda adalah dia tidak membawa motornya, melainkan dibonceng oleh Alana.
"Thanks Lan, aku duluan ya mau ke kantin dulu tadi belum sarapan."
"Ke kantin? Ya udah gue ikut, kebetulan gue juga belum sarapan," ujar Alana yang menghentikan langkah Queensa, "Belum dua kali sih." Sambungnya dalam hati sambil berusaha terlihat natural.
Alhasil, kini Queen berjalan beriringan dengan Alana menuju kantin sekolah.
Jangan tanya kenapa, karena Queen sangat malas bahkan hanya untuk sekedar menyantap sarapan saat melihat ada si nenek lampir dan anaknya di meja makan.
Sesampainya di kantin, Queen pun memesan semangkuk bakso dan segelas teh hangat dan Alana juga ikut memesan menu yang sama.
Mereka pun mulai menyantap makanan mereka dalam diam, tak ada percakapan apapun yang terjadi. Queen sedang dalam model bad mood saat ini, sehingga dia sedang sangat irit bicara.
Hingga tiba-tiba seruan seseorang pada mereka, membuat atensi mereka teralihkan ke arah sumber suara itu datang. Dan ternyata di pintu masuk kantin, Varo tampak melambaikan tangannya dan berjalan mendekat ke meja mereka.
"Haish... gagal berduaan deh." Alana menghela nafas panjang, dan mengumpati Varo dalam hati.
Sedangkan Queen kembali fokus menyantap makanannya dan tak menghiraukan Varo, si biang sial.
Varo pun langsung duduk tanpa permisi. Namun ada sesuatu yang aneh dari Varo hari ini, senyum. Benar, kenapa si wajah kanebo kering itu kini tersenyum lebar seperti itu?
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...