Queensa

Queensa
Queensa "70"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Bagai tertimpa lonceng kuil yang besarnya segede gaban, Queensa langsung merasa kepalanya pusing, badannya lemas dan semangat hidupnya seolah menguap bersama separuh jiwanya.


Bagi Queensa, lebih baik dia dihadapkan dengan sepuluh pembunuh sekaligus.


Daripada harus dihadapkan dengan satu makhluk mengerikan, bernama Alvaro Graham yang memiliki keahlian membunuh tanpa menyentuh itu.


Kata-kata pedas yang selalu saja keluar dari mulut tanpa filternya itu, membuat orang yang dia bicarakan bisa langsung mati kesal karenanya.


*


Bel sudah berbunyi sebanyak tiga kali, sebagai tanda jam pulang sekolah telah tiba.


Para siswa dan siswi berhamburan keluar dari kelas, ada yang menuju ke parkiran dan ada juga yang berjalan keluar menuju gerbang sekolah untuk menunggu mobil jemputan mereka.


Queen yang baru selesai membereskan barang-barangnya, segera menghentikan langkah Varo yang baru saja ingin beranjak keluar dari kelas.


"Kita mau belajar dimana?" tanyanya dengan nada yang begitu tidak ikhlas.


"Serah lo." Jawab Varo SPJ alias singkat padat jelas, sambil kembali melanjutkan langkahnya menuju ke parkiran sekolah, bersama teman-temannya yang lain.


Queen menghela nafas kasar, kemudian tampak mengelus-elus dadanya seolah sedang menambah stok kesabaran tanpa batas di dalam sana untuk menghadapi seorang Alvaro Graham.


Dia pun berjalan di belakang gerombolan Varo. Namun bukan karena dia mengikuti mereka, tapi karena memang tujuan mereka semua sama, yaitu parkiran sekolah.


Sesampainya di parkiran, Queensa baru ingat hal penting yang dia lupakan karena sedari tadi otaknya hanya dipenuhi dengan nama Alvaro Graham.


Melainkan begitu banyak umpatan dan makian yang tak usai Queensa lontarkan untuk seorang Varo, meskipun hanya bisa ia ucapkan dalam hati.


Queen baru saja akan memakai helmnya, saat sebuah tangan tiba-tiba menghentikan kegiatannya itu dan membuatnya menoleh untuk mencari tau siapa orangnya.


"Alana?" gumam Queen seraya mengangkat alisnya sebagai kode untuk menanyakan kenapa Alana menghampirinya.


"Gue mau ajak lo jalan ke suatu tempat, gue tau kalau lo lagi badmood." Ajak Alana yang seolah sudah sangat mengerti apa yang tengah Queensa rasakan saat ini.


Alvaro yang menyaksikan interaksi antara keduanya pun terlihat memasang raut wajah yang sulit di baca, entah apa yang sedang pria itu pikirkan di dalam otaknya.


"Terus motor gue gimana? Lagian hari ini gue ngajarin Varo, kalo lo lupa." Queen tampak melirik sinis ke arah Varo yang sedang memastikan helmnya terkait dengan benar.


"Var, gue pinjem Sasa bentar ya. Nanti gue bawa dia ke markas, lo balik ke markas kan?" seru Alana yang hanya di balas dengan anggukan oleh Varo.


Alana menatap Queen dengan sebelah alis yang terangkat, seolah mengatakan jika sudah tidak ada alasan lagi bagi Queen untuk menolak ajakannya.


Alhasil Queen pun hanya menghela nafas pasrah dan mengikuti apa yang Alana mau.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...