
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Tentu saja lelah, mereka terus berkejaran sedari tadi hingga membuat nafas mereka tersengal. Bahkan kini Alana sudah berjalan dengan terseok di belakang Queensa, lalu tiba-tiba saja mendudukkan dirinya di samping Queensa dengan kaki yang dia selonjorkan.
Keduanya saling beradu pandang, kemudian tertawa bersama. Mereka benar-benar tak menghiraukan tatapan pengunjung lain, seolah dunia memang hanya milik mereka berdua dan yang lain cuma ngontrak.
"Ternyata lo larinya kuat juga ya," celetuk Queen sambil terkekeh.
Pasalnya mereka bukan hanya sekedar berlari, melainkan berlari sambil tertawa dan saling menggelitiki. Tentu saja itu lebih melelahkan dari pada sekedar berlari, tapi Alana mampu mengimbangi dirinya yang sering berlatih bela diri.
"Gini-gini kan gue suka nge-gym Queen... ya kali cuma lari seemprit doang gitu gue nggak kuat." Queen terkekeh mendengar penuturan Alana.
"Berarti..." Queen menggantung kalimatnya membuat Alana menaikkan sebelah alisnya, "Berarti ada bazar roti sobek dong." Queen ganti mengangkat sebelah alisnya dan menaik turunkannya.
Sontak saja Alana terkekeh mendengar celetukan Queen, lalu berdiri dan mengacak rambut Queen membuat si empunya mencebikkan bibir sambil merapikan kembali rambutnya yang berantakan.
"Nih rambut udah kusut kayak masalah hidup gue, masih aja di bikin tambah kusut." Queen memonyongkan bibirnya.
"Lagian pake nanyain roti sobek segala, ya... walaupun emang ada sih, mau liat nggak?" Alana menaik turunkan kedua alisnya dengan senyum jahil di wajahnya.
"Ogah! Ntar mata gue ternodai." Queen terkekeh kemudian melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar mall itu, dengan Alana yang mengikuti langkahnya di belakang.
Mereka berdua pun kini sudah siap di atas motor, dengan helm yang sudah terpasang rapi di kepala mereka.
Queen yang kelelahan karena padatnya rutinitasnya hari ini pun, memilih untuk menyandarkan kepalanya di punggung Alana dengan mata terpejam.
"Queen, gue pengen ngomong sama lo." Panggil Alana pada Queen sambil melirik spion, dan menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman saat melihat Queen yang tampak nyaman bersandar di punggungnya.
Hanya gumaman yang terdengar dari Queensa sebagai jawaban panggilan Alana padanya, dan Alana pun menarik nafasnya kemudian mengeluarkannya perlahan untuk menetralkan degup jantungnya.
Rasanya ada beban berat di punggungnya, membuat kalimat yang sebenarnya sudah berada di ujung lidah Alana itu terasa menyangkut dan enggan untuk terlontar keluar.
"Gue suka sama lo, Queen. Lo mau nggak jadi pacar gue?" Setelah meloloskan kalimat yang terasa sangat berat untuk dia ucapkan dari mulutnya itu, Alana pun menghembuskan nafasnya lega.
Seolah beban berat yang menimpanya punggungnya, seperti batu ber ton ton itu terangkat dan hancur seketika.
Namun setelah beberapa saat, tak ada respon sama sekali dari Queensa. Bahkan sekedar terkejut pun sepertinya tidak, dan hal itu membuat Alana mengernyitkan dahinya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...