Queensa

Queensa
Queensa "56"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Cukup beberapa menit Queen berkutat dengan bedak dan segala macam alat make up yang jenisnya lebih banyak daripada hutang author itu, hingga dirinya kini sudah berubah menjadi Sasa.


Dengan segera Queen memasukkan semua alat make up itu ke dalam tasnya dan kembali melenggang keluar dari kamarnya, kemudian memacu motor skutik alias skuter antiknya meninggalkan kediaman mewah keluarga Abraham itu.


"Dasar anak sialan! Nggak sopan banget dia sama aku, di panggil-panggil tapi nengok aja enggak!" sinisnya sambil menatap ke arah pintu utama, dimana Queen baru saja melangkah keluar, "Tunggu aja tanggal mainnya, saat itu kamu akan memohon di bawah kakiku, anak sialan!" sambungnya dalam hati.


Queen memacu motornya ke alamat yang tadi Varo share padanya. Tapi karena Queen memakai motor butut itu, dia jadi memerlukan waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan jika dia mengendarai motor sportnya.


Tapi tidak mungkin juga jika dia menggunakan motor itu, di saat dia sedang menjadi sasa karena tentu saja bisa menimbulkan kecurigaan dari Varo.


Seorang gadis cupu yang lemah menaiki motor sport, tentu saja itu hal yang langka dan bahkan hampir tidak mungkin terjadi.


Di sisi lain...


"Ya ampun, kenapa nggak ada taksi yang kosong sih dari tadi? Perasaan penuh semua, mana ojol juga nggak dapet-dapet!" gumam Alana sambil sesekali mengecek ponselnya, menunggu notifikasi dari aplikasi ojol yang dia pesan.


Hingga suara klakson mobil terdengar nyaring, saat mobil itu sudah berhenti tepat di depannya.


Alana mengerutkan dahinya, untuk menelisik kedalam mobil itu melalui kaca jendela.


Namun dia sama sekali tak dapat melihat siapa orang yang berada di dalam sana.


Namun akhirnya kaca mobil itu pun terbuka dan menampakkan sesosok gadis cantik dengan rambut sebahu. Siapa lagi kalau bukan Selena, sahabat baru Queensa.


"Selena?"


Selena pun menganggukkan kepalanya. Kemudian dia bertanya kenapa Alana berada di sana, di pinggir jalan itu sendirian.


Alana pun setuju untuk menebeng mobil Selena, daripada dia harus menunggu sesuatu yang tidak pasti.


Setelah Alana duduk di sebelah Selena dan sang sopir mulai kembali melajukan kendaraan itu, Selena pun mulai bertanya pada Alana.


"Nama lo Alana kan? Udah berapa lama lo kenal sama si Sasa?"


"Ngapain lo nanyain hal itu?" tanya Alana bingung.


"Cuman mau nanya doang kok."


"Belum lama, soalnya si Sasa kan juga anak baru sama kayak lo. Kalian itu masuk ke sekolah gue cuma beda beberapa hari doang." Selena menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Alana itu.


"Jadi, lo naksir sama Sasa?"


Alana hanya tersenyum mendengar pertanyaan Selena itu, tanpa memiliki niatan untuk menjawabnya.


Namun tidak adanya sangkalan dari Alana, justru memperkuat dugaannya jika Alana memang menyukai Sasa menjadi semakin besar.


"Gue cuma mau bilang satu hal sama lo."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...