Queensa

Queensa
Queensa "210"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Refleks refleks mata lo! Bilang aja lo nyari kesempatan dalam kesempitan dasar uler kadut!" batin Varo yang tengah kesal. Bahkan dia tanpa sadar meremas lembaran buku komik milik Queensa yang ada di tangannya.


Queen yang mendengar suara kertas sobek pun beralih menatap pada Varo, tepatnya pada genggaman tangan Varo yang kini sudah terdapat sobekan kertas yang dia tahu pasti jika itu adalah lembaran buku komiknya.


Queen menghela nafas kasar, "Aku pinjemin komik itu ke kamu, buat di baca. Bukan buat di sobek-sobek jadi bola kertas, Varo."


"Eh? Hah?" Varo yang mendengar ucapan Queen pun tersadar dan segera menatap ke bawah, tepatnya pada lembaran komik yang sudah robek di tangannya.


Dia menampilkan senyum lima jarinya pada Queen sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil terus merutuki dirinya sendiri dalam hati.


"Sial! Kenapa gue masih cemburu aja sih? Padahal gue jelas-jelas tau kalau si Lana punya Putri, dan dia nggak akan mungkin ngelirik Sasa." Rutuk Varo dalam hati.


"Ya udah aku pergi dulu, get well soon." Queen pun kembali melangkahkan kakinya, namun lagi-lagi sebuah suara menghentikan langkahnya.


"Tunggu!"


Queen menghela nafas jengah, kemudian beralih menatap sumber suara yang kali ini bukanlah Alana, melainkan Adam si raja kepo.


"Apa?"


"Mata lo kenapa? Kena sengat tawon? Atau lo abis nangis?" tanyanya yang membuat Alana langsung menatap lekat pada mata Queensa yang memang terlihat bengkak, sembab dan sedikit memerah.


"Lo nangis, Sa? Lo lagi ada masalah?" tanya Alana dengan cemas.


"Biang masalahnya itu lo, ******!" umpat Varo pada Alana dalam hati, yang lagi-lagi entah kenapa masih saja terbakar emosi dan cemburu.


"Terharu? Emangnya lo habis nonton film hidayah di chanel ikan terbang?" celetuk Alvin yang auto mendapatkan jitakan maut di kepalanya dari Adam.


"Dasar korban ku menangis!"


Alvin hanya terkekeh sambil mengacungkan dua jarinya pada Adam.


"Kucing di rumahku abis beranak, makanya terharu karena anggota keluargaku nambah lagi." Queen pun segera melangkah keluar dari ruangan itu, tanpa menunggu tanggapan dari empat sekawan yang terlihat tengah melongo karena belum bisa mencerna ucapannya.


"Terharu?" gumam Adam lirih.


"Kucing melahirkan?" sahut Alvin dengan suara lirih juga.


Keduanya saling berpandangan seolah saling meyakinkan jika apa yang ada dalam pikiran mereka sama.


"Jiwa sosialnya tinggi." ucap kedua pria itu bersamaan, kemudian mereka melakukan tos dan tertawa bersama.


Berbeda dengan duo somplak itu, Alana yang tau jika Queen menyembunyikan sesuatu dan Varo yang memang sudah tau alasan sebenarnya kenapa Queen buru-buru pergi dari sana pun tenggelam dalam pemikiran masing-masing.


"Kenapa lo jadi bodoh si Micin? Alesan aneh gitu, juga lo pake?" batin Varo yang tidak habis pikir, seorang Sasa yang notabene pintar justru melontarkan alasan bodoh semacam itu demi menghindari Alana.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...