Queensa

Queensa
Queensa "135"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Lea berbisik di telinga Alana, "Gue Lea, suruhannya Queen buat gantiin dia."


Alana pun kini mengangguk paham. Dia memperhatikan penampilan Lea dari atas sampai bawah, dan dia benar-benar kagum dengan penampilan Lea saat ini.


Dandanan Lea benar-benar sama persis dengan sosok Sasa, bahkan dia juga sepertinya menggunakan lotion berwarna gelap yang selalu Queen bawa demi menunjang penyamarannya.


Terlebih lagi, postur tubuh mereka juga mirip hanya saja Queen sedikit lebih tinggi dari Lea. Tapi Adam dan Alvin yang tidak pernah memperhatikan sosok Sasa, pastinya tidak akan menyadari adanya sedikit perbedaan pada tinggi badan kedua gadis itu.


"Lo tadi dari mana aja sih, cupu? Lo berak batu ya?" tanya Adam.


Lea pun bingung bagaimana menjawabnya, karena jika dia bersuara maka mereka pasti akan tau jika dia bukanlah Queensa alias Sasa.


Akhirnya Lea pun mengangguk sambil memegangi perutnya sebagai jawaban atas pertanyaan Adam barusan.


Tentu saja hal itu membuat Adam dan Alvin bingung, apa Sasa sedang melakukan pantomim? Atau ada alasan lain yang membuatnya lebih memilih menggunakan bahasa isyarat daripada mengeluarkan suaranya.


"Lo kenapa, Sa? Keselek kodok?" kini giliran Alvin yang bertanya dengan di selingi candaan.


Lea pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian memegangi tenggorokannya sambil berdehem seolah ingin mengatakan jika tenggorokannya sedang tidak baik-baik saja.


Alana yang paham maksud Lea pun segera menimpali, "Tenggorokan lo sakit lagi ya, Sa? Bukannya kemarin udah baikan ya, kok bisa sakit lagi sih?" tanya Alana yang seolah mempertegas jika Queen memang sempat mengalami masalah pada tenggorokannya.


"Kalo sakit, ngapain tadi lo pake ikut segala? Harusnya lo itu balik aja, kalo pingsan yang ada bikin repot." Celetuk Adam yang kembali mengatakan hal menyebalkan tanpa di filter lebih dulu, meskipun sebenarnya dia tidaklah serius mengatakan hal itu.


Hanya saja wajahnya yang datar tanpa ekspresi saat mengatakan hal-hal menyebalkan itu, membuat perkataannya tak seperti candaan bagi orang lain yang mendengarnya.


"Udah mau mulai tuh." Alana mengalihkan pembicaraan, dan membuat keduanya sahabatnya itu tak lagi berfokus pada Lea dan menatap ke arah para pembalap yang sudah bersiap di garis start.


Adam dan Alvin pun memalingkan pandangan mereka ke arah para pembalap yang sudah bersiap di garis start, dan saat ini Queensa tengah melambaikan tangannya ke arah mereka.


Sontak saja Adam dan Alvin langsung menyoraki Alana, "Aciee... cewek lo tuh, semangatin sana."


"Bener tuh, harusnya tadi lo itu pakai baju cheerleader terus joget-joget noh di bawah sana." Celetuk Adam yang kemudian tertawa bersama Alvin.


Dan tentu saja mereka auto mendapatkan pukulan maut dia bahu mereka dari Alana, karena berani-beraninya mengejek Alana dan menyuruhnya memakai pakaian Cheerleader.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...