Queensa

Queensa
Queensa "54"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tentu saja hal itu membuat keempat orang lainnya menatap Varo dengan bingung.


"Buset! Lo haus apa doyan?" tanya Alana sambil terkekeh, meskipun dia juga menyadari Varo yang sedari tadi tidak berhenti melirik pada Queensa.


Varo hanya berdecak kesal kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan untuk seseorang yang entah siapa itu.


Dan sesaat kemudian, Varo pun beranjak dari kursinya. Dia berpamitan pada teman-temannya, dengan alasan dia ada urusan mendadak.


Namun dia tetap tidak lupa memberikan tatapan membunuhnya pada Queensa.


Queen hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, kenapa sikap Varo sepertinya terlalu berlebihan.


Mana mungkin hanya karena mereka sudah dua kali bertabrakan secara tidak sengaja, bisa membuat Varo sebenci itu padanya. Benar-benar aneh, pikir Queensa.


"Kenapa tuh anak?" tanya Alvin sembari menatap Alana dan Adam bergantian.


"Mankuta, mungkin dia lagi datang bulan." Adam terkekeh setelah melontarkan banyolan gopek.annya itu.


"Mankuta?" beo Queen lirih yang masih bisa di dengar oleh Alana.


"Mana ku tau."


Queen menepuk jidatnya pelan, kemudian terkekeh mendengar singkatan yang menurutnya aneh itu.


Mereka pun mulai berbincang panjang lebar, hingga Queen melupakan apa yang seharusnya dia lakukan.


Apalagi jika bukan menjelaskan bagaimana hubungannya dan Alana, yang sebenarnya hanyalah teman biasa.


Alias nereka bukanlah sepasang kekasih seperti apa yang Alana katakan tadi, untuk membantunya lepas dari si Magadir menyebalkan itu.


Varo kini sudah berada di basecamp, dia tengah merebahkan dirinya di atas ranjang itu sambil terus memandangi layar ponselnya.


Di mana layar itu tengah menampilkan laman chatnya dengan seseorang yang dia beri nama, Micin Luar Angkasa.


Kalian pastinya sudah tau bukan, siapa pemilik nomor yang tengah di tunggu-tunggu balasan pesannya oleh Varo? That's right, dialah Queensa alias Sasa.


Varo berdecak kesal karena pesan chat yang dia kirim, masih terus saja bertanda centang dua abu-abu sedari tadi hingga saat ini yang menandakan jika pesan itu bahkan belum dibaca oleh Queensa.


Di sisi lain... Queensa yang kini tengah mengendarai motornya bersama Alana, merasakan getaran yang berasal dari ponsel miliknya yang berada di saku Hoodienya itu.


Karena Alana yang kini tengah menyetir motornya, Queen menepuk pundak Alana dan menyuruhnya untuk menepi sebentar.


Setelah Alana menghentikan laju motornya, Queen pun kembali menatap layar ponselnya.


Dia mengernyitkan dahi saat melihat nama si penelepon yang terpampang di layar ponselnya, Biang Sial.


Dengan sangat malas dan terpaksa, Queen pun menekan tombol hijau itu namun dengan sengaja menjauhkan ponsel itu dari daun telinganya.


Dan ternyata feeling Queensa benar-benar tepat ,untuk membuat ponsel itu menjauh dari telinganya.


Karena jika tidak, maka bisa jadi gendang telinga Queensa akan pecah mendengar teriakan Varo dari seberang sana yang terdengar sangat marah.


"Lo dari mana aja sih, Micin!? Gue udah chat lo dari tadi, tapi nggak lo baca sama sekali. Gue telfon juga angkatnya lama banget, lo tuh kayak keong tau nggak sih!?" omel Varo dari seberang sana.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...