
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dan tentu saja mereka auto mendapatkan pukulan maut dia bahu mereka dari Alana, karena berani-beraninya mengejek Alana dan menyuruhnya memakai pakaian Cheerleader.
"Woy, calon adik ipar." Panggil Dion yang auto membuat semua orang menoleh kearahnya, termasuk Lea yang baru menyadari jika Dion ada di sana juga.
Adam dan Alvin pun mengerutkan keningnya, mendengar panggilan dari Dion yang jelas dia tujukan pada Alana. Namun setelah beberapa saat berpikir, akhirnya mereka mengerti maksudnya.
"Jadi lo abangnya si Queen?" tanya Alvin yang di jawab anggukan oleh Dion.
"Kata temen lo boleh juga tuh di coba. Pakai pakaian Cheerleader buat semangatin adek gue." Dion terkekeh pelan, yang sontak saja membuat Adam dan Alvin kembali tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Alana hanya menghela nafas panjang, sambil mengusap kasar wajahnya. Mau marah tapi bagaimana bisa dia marah pada calon kakak iparnya?
Bisa-bisa dia langsung di coret dari daftar calon adik ipar, atau bisa-bisa langsung di blacklist.
Sedangkan Lea hanya bisa memandangi Dion dengan senyam-senyum, di balik maskernya. Mau memanggilnya pun tidak mungkin, karena saat ini dia adalah Sasa jadi tidak ada alasan untuknya tiba-tiba datang menghampiri Dion.
Apalagi saat dia melihat ada seorang gadis yang sepertinya sangat dekat dengan Dion, padahal itu hanya perasaannya saja. Karena pada kenyataannya, cinta Selena masih bertepuk sebelah tangan sampai saat ini.
Selena yang sempat bersitatap dengan manik mata Lea, auto merasakan aura-aura yang tidak biasa. Aura dari seorang rival yang sepertinya cukup kuat, padahal sama halnya dengan Lea. Itu semua hanyalah pemikiran sepihak dari Selena saja.
Karena Lea hanya sekedar kagum pada sosok Dion. Kagum pada sikap coolnya, ketampanannya, dan perhatiannya pada sang adik, hanya sebatas itu saja tidak lebih.
Lagipula Lea juga adalah tipe wanita yang tidak suka komitmen, alias playgirl. Dia lebih memilih jomblo, karena menurutnya jomblo itu bebas.
Bebas jalan dengan siapa saja, bebas dari sifat posesif seorang pacar, bebas juga mau menggandeng berapa pria sekaligus.
Memang begitulah kehidupan Lea, bebas bahkan sangat bebas. Itu semua tak lepas dari pengaruh perjalanan hidupnya yang penuh liku dan terjal.
Semua orang pun kembali fokus dengan balapan yang akan segera di mulai. Para pembalap bersiap menghidupkan mesin motor mereka, dan menunggu.
Hingga akhirnya tembakan tanda dimulainya balapan pun, terdengar. Para pembalap langsung melajukan kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi, begitu pula Queensa yang tadinya berada di paling belakang.
Namun Queensa tampak langsung menyalip satu persatu pembalap di depannya, hingga kini dia berada di urutan ke-lima.
Sorak sorai dari para penonton pun mulai terdengar, dan kebanyakan dari mereka menyerukan nama Queen si ratu lintasan balap.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...