
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dan setiap kali Bunda mereka melakukan hal itu, Queen pasti akan langsung berhenti menangis dan kadang juga terlelap di pangkuan sang ibunda.
"Tadi Queen mimpiin Bunda bang, tapi Bunda tiba-tiba aja ngilang setelah ngomong sesuatu yang Queen nggak ngerti sama sekali apa maksudnya."
Queen pun akhirnya mengatakan kenapa dia mengigau dalam tidurnya, memanggil-manggil bundanya dan kemudian menangis setelah terbangun dari tidurnya.
Terlihat jelas ada raut wajah kecewa yang tampak di wajah Queensa, namun dia masih mencoba menutupi kekecewaannya dengan senyuman.
Sebuah senyuman yang dilakukan di saat relung hati terdalam melarang bibir untuk tersenyum, yang justru membuat senyum itu menjadi senyum kecut yang penuh luka dan kecewa.
"Harusnya lo itu seneng dek bisa ketemu sama Bunda lagi, walaupun sebentar. Nha gue, bahkan belum pernah sekalipun mimpi didatengin sama Bunda. Gue juga pengen dek, tapi kayaknya Bunda belum pengen ketemu sama gue makanya dia nemuin lo. Jadi lo nggak boleh nangis, harusnya lo itu seneng."
Dion pun kini berubah dari mode selengean yang biasa dia tampilkan di depan sang adik, karena di kondisi yang seperti ini maka Dion harus bisa menjadi sosok yang bijak.
Sosok kakak serbaguna yang mampu membuat Queen membuang jauh-jauh rasa kecewa dalam hatinya itu, karena waktu yang dia dapat untuk bisa melihat wajah sang ibunda benar-benar sangatlah singkat.
Namun apalah daya, dia hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan Dion yang memang benat adanya. Dia pastinya juga tau kalai Dion pun sama sepertinya, yang ingin bisa kembali melihat wajah ibunda kami walaupun sebentar dan hanya sebatas di alam mimpi saja.
"Ya udah, sekarang lo tidur lagi ya. Besok kan lo harus berangkat sekolah, dek." Queen pun mengangguk mengiyakan, dan Dion segera meletakkan kepala Queensa di atas bantal dengan posisi senyaman mungkin.
Setelahnya, Dion pun segera beranjak dari ranjang king size milik Queensa, dan berjalan menuju pintu. Namun baru saja tangannya memegang handle pintu, dia tiba-tiba saja tak jadi keluar dan malah membalikkan badannya menatap kearah Queensa dengan lekat.
"Besok lo nggak boleh bawa motor sendiri, gue yang bakal anterin lo ke sekolah." Queen pun mengangguk, "Atau lo boleh minta tuh si Alana but jemput lo, terserah lo mau gue anter atau di jemput Lana. Yang penting lo nggak bawa motor sendiri."
Segera, Dion kembali melangkahkan kakinya keluar dari kamar Queensa dan kembali melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.
Dia berjalan menuju dapur, karena tujuan awalnya tadi memang adalah pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
Sesampainya di dapur, tepatnya di depa kulkas miliknya, Dion pun membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin dari dalam sana.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...