Queensa

Queensa
Queensa "226"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Setelah menguatkan hatinya, Alana pun membuka pintu itu dan berjalan perlahan menghampiri ranjang, tempat Putri tengah terbaring lemah dengan wajah cantiknya yang tampak pucat.


Alana duduk di sebelah Putri, memperhatikan wajah gadis itu yang benar-benar tampak kuyu dan memprihatinkan.


"Alan..." Alana mengangkat wajahnya saat mendengar Putri memanggil namanya, tapi saat dia melihat mata gadis itu yang masih tertutup rapat, dia akhirnya sadar jika Putri masih mengigau akibat efek dari demam tingginya. "Alan..."


Tak tega melihat Putri terus mengigau memanggil namanya, Alana menggenggam erat tangan gadi itu dan berkata, "Aku di sini. Tenanglah, dan tidur yang nyenyak."


Alana mengatakan hal itu tanpa sadar jika tangan kanannya sudah mengusap lembut puncak kepala gadis dihadapannya itu.


Entah karena terlalu cemas atau memang sudah menjadi sebuah kebiasaan baginya mengusap lembut rambut Putri sejak dulu.


Mendapat perlakuan lembut dari Alana, perlahan membuat Putri kembali tenang, "Maaf." Kata itu yang terlontar dari bibir mungil gadi itu, sebelum dia kembali terlelap dalam tidurnya.


"Maaf? Untuk apa? Untukmu yang sudah menyakitiku? Atau maaf untuk kau yang sudah mengingkari janjimu? Maaf karena kau sudah mengkhianatiku? Maaf yang mana yang kau maksud, Putri?" tanya Alana yang hanya dalam hati, karena dia tak sanggup mengatakan hal itu meski Putri masih dalam keadaan tidak sadarkan diri sekalipun.


Alana ingin pergi, tapi kini bukan lagi dirinya yang menggenggam tangan Putri, melainkan sebaliknya. Sehingga dia tak bisa meninggalkan Putri, meski hati kecilnya yang masih kecewa terus memaksanya untuk pergi dari sana.


Karena terlalu lelah dengan segala hal yang terjadi hari ini, Alana pun tertidur dengan tangan yang tak lepas dari genggaman Putri hingga sinar sang mentari meredup dan mulai tergeser oleh binar jingga sang senja.


"Arrrgghh..." Putri yang baru sadar karena kecelakaan yang menimpanya, kini merasakan rasa sakit yang menusuk di kepalanya.


Namun rasa hangat yang menjalar dari telapak tangannya, seolah mampu membuat rasa sakit itu mereda dengan sendirinya.


Netra teduh itu seketika mulai mengembun dan menguraikan bulir bening menumpuk di sudut matanya, yang semakin dia menatap wajah Alana semakain tak mampu pula untuk dia tahan lagi.


"Alan... Apa aku sedang bermimpi?" Putri tersenyum sendu menatap Alana yang dia kira tak lebih dari sekedar halusinasi ataupun mimpi. "Bahkan sampai saat ini pun, aku tetap tidak bisa melupakanmu, Alan. Bahkan rasa cintaku padamu tak pernah berkurang sedikitpun, dan terus tumbuh berkembang di dalam hatiku. Aku mencintaimu, Alan..."


Putri semakin mengeratkan genggenggaman tangannya pada Alana, berusaha menikmati momen itu, meski hanya sementara karena semua itu akan hilang jika dia kembali ke alam nyata.


Namun Putri sangat terkejut, kala mata Alana yang tadinya masih tertutup rapat, kini terbuka dan menatapnya dengan penuh tanya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...