Queensa

Queensa
Queensa "244"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Cepatlah, nak. wanita itu sedang menyusun rencana jahat, cepat bawa Putri kemari."


Meskipun masih sangat terkejut dengan banyaknya hal yang mereka dengar, Queen dan Dion pun segera keluar dari ruangan rawat ayahnya, untuk menuju ke ruang rawat Putri.


Dion sangat bingung karena dia tak tau apapun, "Ayo ke meja informasi dek, kita tanya dimana kamarnya si Putri Putri itu."


"Nggak perlu, aku tau dia dimana bang." Queen segera berbelok menuju ruangan dimana Putri dirawat.


"Hah? Lo tau, dek?" gumam Dion dengan tidak percaya, mendengar kalau Queen tau dimana adik mereka yang tak pernah dia lihat selama ini itu, berada saat ini.


Cklak!


Dua orang remaja yang berad di dalam sana, tampak terkejut melihat kedatangan Queen dan dion yang tiba-tiba, bahkan tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Dan orang yang paling terkejut tentu saja Alana. Dia yang tadinya sedang menyuapi Putri makan, refleks menurunkan sendoknya dan menatap Queen dengan canggung.


Gelagat Alana benar-benar terlihat seperti seorang suami yang kepergok selingkuh, oleh istri sah dan kakak iparnya.


"Q-Queen kok lo bisa di sini?"


"Gue nggak ada urusan sama lo, tapi sama dia." Queen menunjuk kearah Putri dan membuat gadis itu menatapnya dengan bingung.


"Aku? Apa kita saling kenal?" tanya Putri sambil menelisik sosok gadi berkacamata, dihadapannya itu.


"K-kamu?" Putri meraba wajahnya sendiri, karena menatap Queensa membuat dirinya serasa sedang bercermin.


Mereka benar-benar serupa, meski tak sama. Tapi bagaimana bisa itu terjadi? Itulah yang Putri pikirkan saat ini.


Mungkin benar katanya didunia ini smeua manusia memiliki tujuh kembaran, tapi apa iya bisa semirip itu? Kalau itu sih namanya bukan hanya mirip, tapi tampak seperti fotocopyan, sama persis.


"Ikut aku dan kamu bakalan tau alasannya." Queen mendekati Putri dan menggenggam tangan gadis itu.


Namun tangan Alana dengan sigap menahannya, "Queen, gue minta maaf. Gue nggak maksud buat jadiin lo~"


"Gue nggak lagi bahas soal kita, atau soal lo sama dia. Tapi ini soal gue, dia dan keluarga gue, Lan. So, gue mohon lo diem dulu." Queen kembali beralih menatap pada Putri, setelah Alana membungkam mulutnya.


Meski sangat banyak sekali pertanyaan yang hilir mudik dan mampir tanpa permisi di otak kecilnya, Alana memilih untuk diam lebih dulu agar tidak membuat situasi semakin memanas.


Putri yang penasaran dengan apa yang tengah terjadi pun, berusaha untuk bangkit dari ranjangnya, meski membutuhkan sedikit usaha.


Dan Alana yang melihat Putri kesulitan untuk berdiri, dengan sigap membantu gadis itu. Dia memapah tubuh Putri dan menurunkannya dari ranjang, yang tanpa dia sadari jika hal itu membuat Queensa mengalihkan pandangannya ke arah lain.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...