
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen yang sudah menduga alasan itu pun hanya bisa memutar jengah bola matanya, dan kembali mengalihkan pandangannya pada Alana.
"Lo udah kabarin mereka?" Alana pun mengangguk pelan membuat Varo berdecih sambil tersenyum sinis, "Mereka nggak perduli lagi?"
Dan lagi-lagi Alana menganggukkan kepalanya, membuat mereka serempak menghela nafas panjang, meratapi nasib malang Varo.
"Ada apa sih?" Queen yang tidak paham maksud para pria itu pun akhirnya bertanya lagi, karena sudah tidak bisa menahan hasrat ingin tau alias kepo.
"Gue jelasin juga lo nggak akan ngerti."
Mendapatkan jawaban yang begitu ketus dan dingin dari Varo, membuat Queen kesal dan mencebikkan bibirnya.
"Ya udah gue mau cari makan dulu, lo mau makan apa?" tanya Alana pada Varo dan teman-temannya.
"Gue lagi pengen bakso, banyakin sambelnya," ujar Varo yang di iringi dengan anggukan oleh Adam dan Alvin yang juga menginginkan menu itu.
"Oke, gue beli dulu." Alana pun melangkah pergi, namum Queen segera menghentikannya.
"Ehm... Lan, aku ikut." Queen segera beranjak untuk menyusul Alana, namun Varo menghentikannya.
"Emang beli bakso harus berjamaah ya? Kalo kalian semua pergi terus gue sama siapa, biar si Alan sendiri aja kenapa? Udah gede ini kan."
Sontak saja Adam dan Alvin menghela nafas kasar pasalnya keberadaan mereka seolah tak dianggap sama sekali oleh Varo.
Bukankah kalau pun Queen ikut dengan Alana, masih ada mereka berdua. Mereka kan tidak gaib, transparan atau tak kasat mata.
Dan Alana juga segera melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu, untuk membeli makanan.
"Woy, Micin. Kacamata lo kemana?" tanya Varo.
"Pecah gara-gara tadi aku buru-buru jalannya, terus nabrak orang." Queen menjawab pertanyaan Varo tanpa menolehkan kepalanya pada Varo, dan masih fokus pada layar ponselnya.
Bukannya merasa bersalah karena secara tidak langsung, dirinyalah penyebab kacamata gaib (karena sebenarnya Queen tak membawa kacamata miliknya ke rumah sakit) Queensa hancur. Varo justru tampak tersenyum senang, entah bagian mana dari kata-kata Queensa yang menurutnya menyenangkan.
"Gue mau ke kamar mandi, bantuin gue dong kaki gue masih sakit nih." Varo meminta Queen untuk memapahnya ke kamar mandi, namun duo somplak itu langsung mendekat dan mengambil alih tugas itu.
"Yok." Varo melemparkan tatapan membunuh pada Adam dan Alvin, yang tak di gubris sama sekali oleh duo somplak itu meskipun mereka tau maksud sebenarnya dari Varo melemparkan pandangan mematikan itu pada mereka.
Alhasil, akhirnya Varo pun di papah oleh kedua sahabatnya itu menuju kamar mandi, sedangkan Queen masih sibuk dengan ponselnya dan bermain game.
Adam mengantarkan Varo sampai mereka masuk ke kamar mandi, sedangkan Alvin menunggu di depan pintu.
Varo masih melayangkan tatapan kesalnya pada Adam.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...