
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Setelah perbincangan yang terjadi selama beberapa menit antara Queen dan si penelepon itu, Queen tampak kesal dengan bibirnya yang mengerucut lucu mengingat kata-kata orang di seberang sana padanya, yang suah sukses membuat Queen kesal.
Dan orang itu tidak lain tidak bukan adalah Alvaro Graham.
Bagaimana Queen tidak kesal? Di pagi yang begitu berantakan ini, dia bahkan meminta Queen melakukan hal yang pastinya semakin membuat amarahnya memuncak.
Varo menyuruh Queensa untuk datang ke rumah sakit lagi nanti, tepatnya setelah pulang sekolah alias saat jam belajar mengajar sudah selesai. Terlebih alasan Varo meminta Queensa untuk datang adalah karena dia ingin belajar lagi, dan tidak ingin gagal pada tes kali ini.
Namun baru saja Queen akan melayangkan protes pada Varo yang seenaknya saja mengatur dirinya, Varo sudah lebih dulu membuat Queen terdiam dengan perkataannya.
"Turutin aja apa yang gue bilang. Kalau gue gagal dan nggak lolos tes nanti, kan lo juga yang susah. Kalo gue sih udah biasa di hukum, tapi gue yakin kalo lo pasti nggak mau jadi patung Pancoran yang di pajang di depan kelas sampe kenaikan kelas."
Alhasil Queen pun hanya bisa mengiyakan permintaan Varo yang lebih terkesan seperti perintah itu, dengan bibir manyun yang terlihat begitu lucu.
Queen berjalan keluar dari kamarnya menuju ke kamar sang kakak untuk menanyakan apakah dia sudah siap atau belum, pasalnya jam sudah sangat mepet saat ini dengan jam masuk sekolahnya.
Suara pintu yang diketuk dari luar membuat Dion yang sedang memakai sepatunya pun segera menyahut, "Bentar dek, gue lagi pakai sepatu."
"Dion, Queen, sini kita makan sama-sama dulu. Udah lama loh kita makan bareng, ayah kan juga baru pulang dari luar kota masa kalian nggak kangen sama ayah?"
Kedua manusia yang merasa nama mereka di sebut pun segera menoleh ke arah sumber suara, kemudian menjawab dengan begitu kompaknya.
"Kita mau makan diluar aja yah nanti, udah telat nih."
Dion dan Queen pun segera berlari keluar dari rumah, dan segera menghidupkan mesin mobilnya karena mobil kesayangan Dion sudah selesai diperbaiki jadi hari ini dia memilih untuk membawa mobil saja daripada harus membawa motor.
Terlebih di cuaca yang sedang tidak menentu ini, sesaat panas dan sesaat kemudian hujan deras disertai angin kencang yang sering kali datang tiba-tiba dan tanpa aba-aba.
Selama perjalanan, Queen hanya diam sambil fokus pada ponselnya karena dia masih merasa kesal pada Varo, yang begitu suka memerintah dirinya melakukan ini dan itu padahal saat ini Queensa sudah bukan lagi kacungnya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...