Queensa

Queensa
Queensa "153"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Bukan tanpa alasan, ayahnya adalah salah satu pemegang saham tertinggi di rumah sakit ini. Maka dari itu, kebanyakan pekerja di rumah sakit ini baik dokter maupun suster banyak yang mengenalnya sebagai anak pemilik saham terbesar di rumah sakit itu.


Queen melihat seorang suster yang berjalan kearahnya, dan diapun langsung menanyakan dimana Varo di rawat.


"Sus pasien kecelakaan yang baru masuk, ada di ruangan mana? Cowok ganteng, seumuranku."


Suster itu tampak mengingat-ingat hingga dia tau siapa yang Queensa cari. Korban kecelakaan, atau lebih tepatnya tabrak lari yang baru saja dilarikan ke rumah sakit itu.


"Maksud nona pemuda korban tabrak lari itu?" tanya sang suster.


"Tabrak lari?" Queen mengerutkan dahinya dan suster Itulah mengangguk.


"Iya, tadi ada seorang pemuda tampan yang dibawa oleh beberapa orang. Katanya korban tabrak lari. Dia masih ada di UGD, dan sedang mendapatkan penanganan."


"Baik sus, terimakasih."


"Sama-sama nona, saya permisi dulu." Suster itu membungkuk pada Queen dan segera berlalu dari sana.


Queen langsung berlari menuju ruang UGD untuk mencari Varo, dan suster tadi pun mendekat meja informasi dan berbisik-bisik dengan rekannya.


"Yang tadi itu anaknya big bos kan?" Temannya pun mengangguk mengiyakan, "Apa jangan-jangan korban tabrak lari tadi itu pacarnya?"


"Huss... mau dipecat kamu, berani-beraninya ngegosipin anak big bos."


Sesampainya di depan ruang UGD, bertepatan dengan sang dokter yang baru keluar dari ruang pemeriksaan.


Queen segera menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan Varo, "Dokter Budi, gimana keadaan temen saya dok?"


Dokter Budi yang merasa namanya dipanggil pun segera melihat ke arah datangnya suara, dan dia sedikit terkejut saat melihat sosok yang dia kenal.


"Jadi pasien didalam itu temanmu, Queen?" Queensa mengangguk mengiyakan.


Memang sedekat itulah Queen dan dokter yang satu ini, karena dokter Budi juga adalah dokter yang menangani ibunya saat beliau masih hidup. Jadi Queen sering kali bertemu dengan dokter tampan itu, setiap kali menjenguk ibunya.


Queen bahkan sudah menganggap dokter Budi seperti ayahnya sendiri, karena sang ayah yang seharusnya menemani dirinya di rumah sakit saat sang ibu terbaring lemah justru sangat jarang ada di sampingnya. Dan dokter Budi inilah yang sering menemani Queensa.


"Keadaannya aman, tidak ada yang mengkhawatirkan. Cuma gagar otak ringan, karena benturan yang cukup keras. Dan sampai sekarang, dia masih belum sadar. Apa kau bisa menghubungi keluarganya?"


Queen terdiam. Dia saja tak pernah tau apapun tentang Varo, bagaimana bisa dia menghubungi keluarga Varo.


Tapi seketika itu dia teringat dengan trio somplak dan langsung menghubungi mereka, karena mereka adalah sahabat bagai kepompong yang mungkin saja memiliki nomor kontak keluarga Varo.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...