Queensa

Queensa
Queensa "271"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Perkataan Alvin, tentu saja membuat semua orang kini terdiam. Benar memang, meskipun Queen mengelak hal itu. Tapi dia tak akan bisa mengubah pandangan orang lain terhadapnya.


Kecuali, kalau dia mau mengungkap identitasnya.


"Nggak nggak nggak! Nggak boleh! Gue nggak boleh bongkar identitas gue cuma gara-gara masalah kayak gini." Queen bergumam dalam hati dan menolak keras solusi terbaik itu.


Namun saat semua orang tengah bingung, suara langkah kaki beberapa orang yang masuk ke dalam kelas itu, membuat atensi penghuni kelas sesat pun teralihkan.


"Siapa yang berani bilang kalau adek gue itu sugar baby!" seru orang yang tidak lain adalah Dion.


Dion yang mendapat kabar dari tentang masalah itu pun, segera datang ke sekolah Queen dan tanpa basa-basi menuju ke kelas sang adik.


"Jawab! Siapa yang udah nyebarin video dan bikin hoax kalau adek gue itu sugar baby!?"


Sontak saja, Queen menepuk jidatnya pasrah.


"Habis sudah. Kali ini penyamaran gue benar-benar bakal kebongkar. Dasar bang Dion ogeb!" maki Queen dalam hati.


Varo berdiri dan bertanya, "Bukannya lo abangnya si Queensa Queensa itu? Adek lo? Video?" Varo menoleh pada Queen alias Sasa, dengan tatapan menyelidik.


Queen memberi tatapan mematikan pada Dion sebagai kode, namun sialnya, Dion malah salah mengartikan kode dari Queensa.


Dia berpikir jika Queen menyuruhnya untuk segera mengatakan apa yang sebenarnya, agar namanya segera bersih kembali seperti sedia kala.


Tentu saja perkataan dan telunjuk Dion yang jelas-jelas tertuju padanya, membuat Queen hanya bisa menepuk jidatnya.


"Batu belah batu bertangkup... makan lah aku, telan lah aku. Aku nak cari abang baru!" batin Queen yang saat ini benar-benar sangat curiga dengan isi kepala kakaknya itu.


Apa jangan-jangan otak kakaknya yang sudah setengah pakai itu digadaikan? Atau jangan-jangan otaknya menyusut karena terlalu banyak memikirkan cara untuk mendekati para gebetannya, yang satu pun tak pernah berhasil ia dekati itu?


"Kayaknya otak bang Dion beneran butuh di cuci pakai pemutih, biar bersih!" umpat Queen dalam hati, sambil masih terus melemparkan tatapan mematikan pada kakaknya itu.


Namun Queen langsung kesusahan menelan salivanya, saat dia merasakan adanya tatapan tajam yang mematikan terarah padanya.


Dari siapa lagi jika buka dari Varo. Atau lebih tepatnya seisi kelas sesat, kini tengah menatapnya dengan bingung.


Tapi tatapan Varo yang begitu tajam bak pisau belati itu, seolah mampu membuat suasana yang tadinya baik-baik saja, tiba-tiba menjadi mencekam dan merubah hawa yang tadinya panas, menjadi dingin seketika.


Jika saja ia bisa memilih, maka Queen akam memilih untuk menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri di dalam sana, daripada ia harus menghadapi tatapan intimidasi dari seorang Varo.


"Jelasin." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Varo, untuk Queensa.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...