
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Sedangkan Selena masih bingung maksud Dion. Hm nya seorang Dion itu artinya iya atau tidak.
Saat Selena sedang bingung dan mematung di tempat sambil memikirkan arti Hm dari Dion tadi, tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya. "Gue buru-buru, kalau lo lama gue tinggal."
Sontak saja Selena langsung tersadar dari lamunannya dan berlari kecil menyusul Dion dengan senyum manis, yang terpajang di wajah cantiknya.
Mereka semua pun menjalankan kendaraan mereka ke tempat tujuan masing-masing. Adam dan Alvin menuju basecamp.
Sedangkan Alana, tentu saja mengantarkan Queen pulang ke rumahnya, begitu pula dengan Dion yang dengan terpaksa dan dengan berat hati mengantarkan Selena pulang.
Namun di dalam kepala Dion, sudah terlintas banyak rencana-rencana jail untuk membalas sang adik yang mengerjainya seharian ini.
Dia tau pasti jika sang adik kesayangannya itu, tengah beralih profesi menjadi makcomblang antara dirinya dan Selena untuk sementara waktu.
Dan karena itu jugalah dia tetap mengikuti permainan adiknya, namun di saat yang sama dia juga menyiapkan pembalasan untuk membuat Queen merasakan apa yang dia rasakan saat ini.
"Queen, mau jalan-jalan dulu nggak?" tanya Alana saat mereka sudah berpisah dari yang lainnya, karena arah yang mereka tuju memang tidak sama.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Queen.
"Nonton mau? Hari ini ada film bagus, itu juga kalo lo mau sih... kalo ngga mau ya... gue maksa." Ujar Alana dengan candaan recehnya.
"Dih, nawarin tapi ujung-ujungnya maksa." Queen mencubit manja pinggang Alana, membuat Alana meringis namun juga terkekeh geli di saat yang sama. "Tapi boleh juga sih, udah lama juga gue nggak nonton. Kuy lah kita nonton."
Akhirnya Alana pun memutar arah laju kendaraannya, menuju ke salah satu mall terbesar di kota itu. Sepanjang jalan ke tempat tujuan, keduanya tampak sangat asik berbincang dan bercanda tawa ria.
Bersama dengan Alana, benar-benar mampu membuat Queen melupakan semua masalah pelik dalam hidupnya.
Melupakan dua makhluk di rumahnya yang selalu sukses menghancurkan moodnya setiap hari.
Melupakan duo racun yang masih berusaha menjilatnya dan memperbaiki hubungan mereka.
Melupakan perubahan sang Ayah yang semakin hari tampak semakin tidak memperdulikan dirinya.
Juga melupakan tentang pengkhianatan dari para Magadir yang sudah berkali-kali bahkan berpuluh kali dia dapatkan.
Semua masalah itu seolah menguar dan hilang tanpa bekas, jika dirinya sedang berdua bersama Alana. Queen bahkan mulai menyadari jika di dalam hatinya, perlahan mulai terukir nama Alana.
Namun terlalu banyaknya pengkhianatan dan rasa sakit hati yang dia terima, membuat Queen belum yakin untuk kembali mencoba membuka hatinya.
Tak terasa, mereka kini sudah sampai di mall yang mereka tuju. Sebuah bangunan megah yang menjulang tinggi, dengan ratusan bahkan ribuan manusia berjejal di dalam sana dengan tujuan masing-masing.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...